Ekonomi

Cabai Rawit Merah Melesat ke Rp75.700 Perkilogram, Tekan Anggaran Rumah Tangga!

Jakarta, Maret.id — Beberapa komoditas pangan tercatat mengalami fluktuasi harga dibandingkan hari sebelumnya menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Kamis (11/6/2026). Beberapa komoditas menunjukkan kenaikan dan penurunan, sedangkan harga gula pasir kualitas premium dan gula pasir lokal tercatat relatif stabil.

Ringkasan Harga Utama

Cabai rawit merah tercatat di angka Rp75.700 perkilogram dan telur ayam ras Rp30.200 perkilogram, berdasarkan laporan PIHPS Nasional. Bawang merah dipantau pada Rp55.700 perkilogram dan bawang putih Rp41.600 perkilogram.

Perincian Komoditas Sayuran dan Cabai

PIHPS juga mencatat cabai merah besar mencapai Rp62.150 perkilogram, cabai merah keriting Rp57.650 per kg, serta cabai rawit hijau Rp54.200 perkilogram. Pergerakan harga cabai yang masih tinggi ini mencerminkan volatilitas pasokan yang kerap terjadi pada musim tanam dan distribusi.

Perkembangan Harga Beras

Untuk beras, harga kualitas bawah I dipatok Rp14.650 perkilogram dan kualitas bawah II Rp14.500 perkilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp16.250 perkilogram, kualitas medium II Rp16.050 perkilogram, beras kualitas super I berada pada Rp17.500 perkilogram dan kualitas super II Rp14.500 perkilogram.

Harga Produk Hewani

Daging ayam ras segar dilaporkan seharga Rp37.350 perkilogram, sedangkan daging sapi kualitas I tercatat Rp148.600 perkilogram dan kualitas II pada Rp139.750 perkilogram. Pergerakan harga protein hewani ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi indeks harga konsumen khususnya komponen pangan.

Gula dan Komoditas Energi Pangan

Gula pasir kualitas premium tercatat pada harga Rp20.250 perkilogram dan gula pasir lokal pada Rp19.900 perkilogram, angka yang relatif stabil pada periode pelaporan. Stabilitas harga gula ini memberi ruang bagi pelaku usaha makanan untuk mempertahankan margin pada kondisi fluktuasi komoditas lain.

Analisis Singkat dan Faktor Pendorong

Fluktuasi harga pada beberapa komoditas terjadi seiring dinamika pasokan, distribusi dan permintaan musiman di tingkat provinsi dan sentra produksi. Faktor cuaca, biaya angkutan, dan ketersediaan stok di pasar tradisional berpengaruh langsung terhadap tingkat volatilitas harga yang tercatat oleh PIHPS.

Implikasi Bagi Konsumen dan Pelaku Usaha

Kenaikan harga komoditas tertentu seperti cabai dan daging berdampak pada daya beli konsumen rumah tangga serta struktur biaya usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor pangan. Pemantauan harga oleh otoritas terkait serta langkah-langkah peningkatan efisiensi rantai pasok menjadi penting untuk meredam tekanan inflasi pangan.

Data harga yang dipublikasikan oleh PIHPS Nasional pada Kamis (11/6/2026) menjadi indikator penting bagi pengambil kebijakan, pelaku pasar dan konsumen untuk menilai kondisi ketersediaan dan kecenderungan harga pangan jangka pendek. Pemangku kepentingan di sektor agribisnis dan perdagangan diharapkan terus memantau perkembangan untuk menyesuaikan strategi operasional dan mitigasi risiko pasokan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button