Rumah Makan Ambo Jowo Menyatukan Cita Rasa Padang dan Jawa

Jakarta, Maret.id — Rumah Makan Ambo Jowo resmi dibuka di Jakarta Pusat pada Minggu, 10 Mei 2026. Restoran yang didirikan pasangan Farid dan Diny itu mengusung konsep penggabungan masakan Padang dan Jawa dengan cita rasa rumahan.
Pemilik menyatakan Ambo Jowo menghadirkan masakan kampung dari dua tradisi kuliner besar Indonesia dalam satu tempat. Farid menjelaskan bahwa menu Padang yang disajikan berbeda dari rumah makan Padang pada umumnya karena menampilkan hidangan khas yang biasanya hadir pada upacara adat, pernikahan, atau pertemuan keluarga di Sumatera Barat. Beberapa menu Padang yang disebut tersedia antara lain sambal lado uwo, dendeng baraci, cangkuak, dan ayam bakar berbumbu khas.
Dari sisi Jawa, restoran menyajikan hidangan seperti garang asam ayam bambu, botok udang, dan pecel sayur dengan aneka sayuran tradisional. Menurut Diny, seluruh resep yang digunakan merupakan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun dari pihak Jawa maupun Padang, sehingga diharapkan menghadirkan nuansa makan di rumah.
Pelayanan, lokasi, dan respons pengunjung
Ambo Jowo menerapkan konsep pelayanan “tinggal tunjuk” di mana pengunjung dapat langsung memilih lauk, dan juga memungkinkan penggabungan menu Padang dan Jawa dalam satu piring sesuai selera. Restoran berlokasi dekat Monumen Nasional (Monas) sehingga menargetkan pegawai instansi pemerintah, generasi muda, serta wisatawan mancanegara yang ingin mencicipi kuliner tradisional Indonesia.
Selama masa soft opening yang dimulai 2 Mei 2026, manajemen menyatakan mendapat respons positif. Farid menyebut sekitar 70 persen pengunjung selama sepekan terakhir adalah wisatawan asing, khususnya dari Jepang, Korea Selatan, dan China. Rumah Makan Ambo Jowo memiliki kapasitas hingga 76 orang dan dapat disewa untuk acara seperti pertunangan, pernikahan intim, atau kegiatan kantor. Harga menu dibanderol mulai dari Rp5.000 hingga Rp99.000 dan tersedia melalui layanan pemesanan daring.
Rencana ekspansi dan peluang investasi
Ke depan, pihak pengelola menargetkan ekspansi ke sejumlah wilayah di Jakarta dan membuka peluang kolaborasi bagi investor yang tertarik mengembangkan konsep kuliner Padang-Jawa tersebut. Manajemen berharap perluasan dapat menjangkau lebih banyak perantau serta memperkenalkan hidangan kampung ini kepada publik yang lebih luas.





