Indonesia dan UEA Perkuat Investasi, Dorong Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Bandara!

Jakarta, Maret.id — Hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) terus menunjukkan tren positif dan konstruktif yang diperkuat melalui pertemuan tingkat tinggi di Jakarta pada Rabu (10/06/2026). Pertemuan tersebut memperjelas komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis di sektor investasi, ketahanan pangan, dan pengembangan infrastruktur demi mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penegasan Komitmen Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan dukungan penuh Pemerintah Indonesia terhadap perluasan kerjasama investasi dengan mitra UEA dan pelaku usaha global. Dalam siaran pers yang dikutip pada Kamis (11/6/2026), Menko Airlangga menyatakan, “Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan penguatan rantai pasok nasional.”
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Hilirisasi
Delegasi UEA, yang dipimpin oleh Duta Besar Abdulla Salem Al Dhaheri, menekankan minat kuat untuk berinvestasi di sektor pangan dan agribisnis sebagai bagian dari strategi kerjasama jangka panjang. Menurut Dubes Abdulla, “UEA melihat Indonesia sebagai mitra penting di Kawasan Asia Tenggara dan terbuka untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor ekonomi,” yang memperjelas orientasi investasi pada ketahanan pangan dan nilai tambah domestik.
Peran Korporasi Global dan Lembaga Pembiayaan
Pertemuan turut membahas peran korporasi raksasa seperti Louis Dreyfus Company (LDC) yang tercatat telah beroperasi di Indonesia selama 25 tahun. Selain itu, Abu Dhabi Export (ADEX) menyampaikan komitmen investasi besar dengan fokus utama pada penguatan ketahanan pangan nasional, sebuah sinyal penting bagi upaya diversifikasi sumber pembiayaan dan transfer teknologi.
I-UAE CEPA sebagai Pendorong Perdagangan
Implementasi Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) disebut sebagai mekanisme utama untuk mengakselerasi hubungan dagang bilateral. Pemerintah Indonesia menilai I-UAE CEPA dapat membuka peluang bagi peningkatan ekspor, integrasi rantai pasok, dan masuknya investasi yang mendukung hilirisasi industri strategis.
Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas
Kerjasama juga meluas ke sektor infrastruktur, khususnya konektivitas laut dan udara, di mana Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan infrastruktur bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan. Inisiatif ini menunjukkan perhatian investor UEA terhadap proyek-proyek yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan nilai tambah sektor pariwisata serta logistik.
Sikap Pemerintah dan Kepastian Investasi
Dalam pertemuan itu Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi investasi, memberikan kepastian hukum bagi investor, serta mempercepat eksekusi berbagai proyek prioritas nasional. Kedua pihak sepakat untuk mempertahankan komunikasi bilateral yang intensif agar realisasi komitmen investasi dan proyek infrastruktur berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pertemuan di Jakarta tersebut menandai langkah konkret dalam menyusun peta jalan kerjasama yang melibatkan sektor swasta dan lembaga keuangan dari Abu Dhabi. Agenda tindak lanjut yang disepakati mencakup penyusunan studi kelayakan, pembentukan mekanisme pembiayaan, serta identifikasi proyek prioritas yang dapat segera dieksekusi demi kemakmuran bersama.





