Mentan Tegaskan Tidak Ada Kelangkaan, Stok Beras Melimpah Tekan Harga!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional berada pada tingkat yang “luar biasa melimpah” sehingga memastikan ketersediaan beras domestik aman dan tidak mengalami kelangkaan. Pernyataan itu disampaikan Amran saat menegaskan bahwa satgas telah menurunkan pemeriksaan ke lapangan untuk memantau distribusi dan pasokan beras di berbagai gudang nasional.
Stok Bulog dan jaminan pasokan
Amran menyebutkan Perum Bulog mencatat stok cadangan beras pemerintah mencapai 5,3 juta ton hingga awal Juni 2026. Angka tersebut digunakan pemerintah sebagai dasar pengakuan bahwa stok saat ini cukup kuat untuk merespons permintaan domestik dan menghindari gejolak pasokan.
Amran meminta agar Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri) turut melakukan pemeriksaan di lapangan untuk menjaga stabilitas pasokan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara otoritas terkait untuk memastikan ketersediaan barang tidak direkayasa sehingga menimbulkan kelangkaan semu.
Peran Bulog dalam distribusi beras
Dalam arahan kepada Bulog, Amran mengingatkan agar penyaluran beras premium dimaksimalkan di samping penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang merupakan beras medium. Upaya tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki penawaran produk beras di pasar sehingga konsumen memiliki pilihan dan stabilitas harga dapat lebih terjaga.
Pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan stok yang transparan dan efisien oleh Bulog untuk menjamin bahwa semua gudang yang berisi beras dialirkan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, monitoring terhadap pergerakan stok di tingkat distributor dan pedagang menjadi bagian dari strategi pemberantasan praktik penimbunan.
Konfirmasi dari laporan internasional
Amran juga merujuk pada laporan Rice Outlook May 2026 yang diterbitkan United States Department of Agriculture (USDA) untuk menguatkan posisi produksi beras Indonesia. Dalam laporan tersebut tercatat produksi beras global untuk periode 2025-2026 meningkat sebesar 1,5 juta ton, dengan angka produksi yang direvisi dari 541,3 juta ton pada April menjadi 542,8 juta ton pada laporan Mei.
Laporan USDA menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perubahan angka produksi beras yang relatif tinggi, bersama negara-negara lain seperti Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam. Temuan itu digunakan pemerintah sebagai konfirmasi bahwa kondisi pasokan domestik sejalan dengan tren peningkatan produksi global yang dilaporkan lembaga internasional.
Amran menegaskan bahwa dengan kondisi produksi dan stok yang kuat, pemerintah akan terus mengawasi pergerakan harga dan ketersediaan di pasar. Instruksi pengawasan tersebut mencakup penguatan operasi pasar, inspeksi gudang, serta koordinasi antarinstansi untuk merespons potensi gangguan pasokan secara cepat.





