KAI Sumsel Melayani 2.315.580 Pelanggan dan Mengangkut 11,66 Juta Ton Barang

Jakarta, Maret.id — Kereta Api Indonesia (KAI) Group melaporkan keberhasilannya dalam melayani sebanyak 2.315.580 pelanggan di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Selain melayani penumpang, KAI juga mencatat pengangkutan barang mencapai 11,66 juta ton berbagai komoditas, menunjukkan perkembangan signifikan dalam sektor transportasi di wilayah tersebut.
Pencapaian Layanan KAI
Pencapaian operasional ini mencerminkan komitmen KAI dalam mendukung arahan strategis Presiden Republik Indonesia mengenai pembangunan infrastruktur dan konektivitas transportasi. KAI terus berupaya untuk memaksimalkan peran rel kereta api yang telah lama berfungsi sebagai sarana transportasi vital di wilayah Sumatera Selatan.
Jaringan rel di Sumatera Selatan memiliki sejarah yang panjang, dimulai sejak era kolonial Belanda. Jalur kereta pertama kali dibangun pada tahun 1914 oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen dan resmi beroperasi dengan rute Kertapati menuju Prabumulih pada 1 November 1915.
Sejarah dan Pengembangan Infrastruktur
Setelah pembangunan jalur pertama, jalur perkeretaapian Prabumulih menuju Gunung Megang dibuka pada tahun 1916, diikuti dengan pengembangan jalur yang lebih luas mencakup kawasan tambang Muara Enim dan Tanjung Enim. Pembangunan terus berlanjut hingga Lahat dan Lubuklinggau diresmikan pada 1933, yang mendukung distribusi logistik di daerah tersebut.
Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan aset kereta api dialihkan kepada pemerintah melalui Djawatan Kereta Api (DKA). Seiring dengan berjalannya waktu, rel ini terus berperan dalam memfasilitasi mobilitas antar daerah di bagian selatan Sumatera.
Pelayanan Modern dan Komitmen masa depan
KAI saat ini mengoperasikan berbagai rute kereta, termasuk KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo yang menghubungkan Kertapati dengan Lubuklinggau. Selain itu, kereta api Rajabasa juga memberikan layanan perjalanan dari Kertapati ke Tanjungkarang secara rutin, dengan total pengangkutan penumpang mencapai 500.563 pelanggan sejak awal tahun ini.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menyatakan bahwa rel di Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam menghubungkan masyarakat dengan pusat layanan ekonomi. “Dengan kapasitas besar dan jaringan yang terhubung ke simpul produksi, kereta api membantu logistik lebih efisien,” ungkap Anne.
Komoditas utama yang diangkut meliputi batu bara, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan bahan pulp. Proses pengangkutan ini berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan secara signifikan, mendukung harga yang lebih terkendali di masyarakat.
Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, menegaskan komitmen perusahaan dalam menguatkan peran jaringan kereta api ini, merilis data pencapaian operasional pada 15 Juni 2026. “Rel di Sumatera Selatan menjadi bagian penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan ekonomi, pusat layanan, dan simpul transportasi utama,” tambahnya.
Dengan sejarah panjang dan kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, layanan kereta api di Sumatera Selatan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian setempat.





