Harga bawang

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan intervensi pasar dan memperkuat distribusi pangan menyusul kenaikan harga beberapa komoditas bumbu dapur yang dipantau di pasar-pasar ibu kota. Kebijakan ini melibatkan operasi pasar dan koordinasi antarinstansi untuk menstabilkan pasokan dan harga.
Kenaikan Tertinggi pada Bawang Putih
Berdasarkan pemantauan harga pangan di lima wilayah administrasi Jakarta per 14 Juni 2026, harga bawang putih tercatat mengalami kenaikan tertinggi yakni 12,9 persen atau Rp4.949 per kilogram, dari Rp38.371 menjadi Rp43.320 per kilogram. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo pada Rabu (17/5/2026).
Pergerakan Harga Komoditas Cabai
Harga cabai merah besar naik 3,2 persen dari Rp67.250 menjadi Rp69.400 per kilogram, sementara cabai rawit merah meningkat dari Rp79.000 menjadi Rp80.300 per kilogram atau naik 1,65 persen. Cabai rawit hijau juga naik sebesar Rp634 per kilogram atau 1,03 persen menjadi Rp61.917 per kilogram, menurut data dinas.
Komoditas dengan Penurunan Harga
Tidak seluruh komoditas mencatat kenaikan; harga cabai merah keriting justru turun Rp605 per kilogram atau 1,07 persen menjadi Rp55.850 per kilogram. Selain itu, cabai rawit hijau besar tercatat turun Rp5.000 per kilogram atau 11,43 persen menjadi Rp38.750 per kilogram.
Harga bawang merah relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar Rp154 per kilogram atau 0,26 persen menjadi Rp58.117 per kilogram. Fluktuasi ini menunjukkan perbedaan tekanan permintaan dan pasokan antar komoditas meskipun berada dalam kelompok bumbu dapur yang sama.
Langkah Pengendalian dan Operasi Pasar
Untuk meredam gejolak harga, Pemprov DKI melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berencana melakukan operasi pasar pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan. Intervensi juga mencakup penguatan distribusi pangan ke pasar-pasar rakyat agar pasokan tetap lancar dan harga dapat segera terkendali, ujar Ratu.
Dinas PPKUKM menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan Bulog, ID FOOD, Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya untuk memastikan pasokan komoditas strategis tetap tersedia dengan harga terjangkau. Sinergi antarlembaga ini menjadi fokus kebijakan untuk menjaga ketersediaan barang di tingkat ritel dan grosir.
Stok Pangan dan Jaminan Ketersediaan
Ratu menegaskan bahwa stok pangan strategis di Jakarta masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan berada dalam kondisi aman. Pemerintah daerah akan terus hadir untuk menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan harga sehingga kebutuhan pokok warga ibu kota tetap terpenuhi.
Pemantauan harga secara periodik dan langkah operasi pasar diharapkan mampu menahan tekanan inflasi kelompok bahan makanan sehingga dampak terhadap inflasi keseluruhan dan daya beli masyarakat dapat diminimalkan. Kebijakan distribusi dan operasi pasar akan dievaluasi berkala sesuai perkembangan harga dan ketersediaan pasokan.





