KAI Mengelola 476.460 Kilometer Rel Aktif di Sumatra Utara

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi melaporkan pencapaian operasionalnya di Sumatra Utara, di mana perusahaan ini mengoperasikan jalur kereta api aktif sepanjang 476,460 kilometer. Terdapat 43 stasiun aktif yang tersebar di 13 kabupaten atau kota, mendukung layanan transportasi massal yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Volume Penumpang dan Logistik yang Meningkat
Pada tahun 2025, KAI mencatat total pengangkutan penumpang sebanyak 2.638.592 orang. Menariknya, selama bulan Mei 2026, jumlah penumpang mencapai 235.824 orang, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penggunaan layanan kereta api sebagai moda transportasi.
Setiap laporan operasional yang dirilis pada Rabu, 17 Juni 2026, menunjukkan bahwa KAI juga berhasil mengangkut logistik sebanyak 318.481,832 ton. Pengangkutan logistik ini mengalami kenaikan sebesar 2,02 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana terjadi pengangkutan sebanyak 312.169,979 ton.
Peran Strategis Kereta Api dalam Perekonomian Daerah
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, mengungkapkan bahwa keberadaan kereta api sangat penting dalam menghubungkan masyarakat. KAI menyuplai bahan bakar minyak dengan total volume mencapai 145.959,255 ton ke berbagai wilayah di Sumatra Utara.
“Rel Sumatra Utara lahir dari kebutuhan akses, yang pada awalnya menghubungkan perkebunan dan pelabuhan. Kini, jalur ini melayani perjalanan masyarakat, rantai pasok, industri, bandara, dan pusat-pusat ekonomi,” jelas Anne.
Sumatra Utara menjadi titik vital dalam konektivitas Trans Sumatra, dengan kereta logistik yang mengangkut petikemas sebanyak 130.012,781 ton dan Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 40.280,260 ton.
Pentingnya Sejarah dan Keselamatan
Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, menyatakan bahwa sejarah perkeretaapian harus tetap dijaga. Deli Spoorweg Maatschappij memulai pengoperasian jalur kereta api Medan menuju Labuhan pada 25 Juli 1886 dengan panjang 16,743 kilometer.
“KAI berkomitmen untuk mengembangkan layanan sambil menghormati sejarah rel Sumatra Utara. Setiap peningkatan layanan akan dilakukan secara bertahap dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta kemajuan daerah,” ujar Wisnu.
Dalam hal keselamatan perjalanan, KAI mengawasi sebanyak 148 titik perlintasan sebidang yang terjaga, dan didukung oleh pemerintah dengan penyediaan 17 flyover dan 17 underpass untuk meningkatkan keamanan penumpang.
Dengan semua pencapaian ini, KAI memastikan perjalanan kereta api memberikan kepastian bagi pelanggan sekaligus turut mendukung perekonomian daerah melalui peningkatan efisiensi logistik.





