Ekonomi

Harga Komoditas Pangan 17 Juni 2026 Mayoritas Turun Tekan Pendapatan Petani!

Jakarta, Maret.id — Harga komoditas pangan hari ini Rabu (17/6/2026) terpantau terkoreksi berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 08:24 wib. Beberapa komoditas strategis mengalami penurunan harga signifikan, sementara sebagian lain menunjukkan kenaikan terbatas atau stabilitas harga yang relatif terkendali.

Bawang

Bawang merah ukuran sedang: Rp 51.200 /kg (turun 8,33 % atau Rp465). Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.800/kg (naik 3,13% atau Rp 1.300).

Harga cabai turun

Cabai merah besar: Rp56.150 /kg (turun 9,94%); Cabai merah keriting: Rp51.200/kg (turun 11,34%); Cabai rawit hijau: Rp46.750/kg (turun 13,9%); Cabai rawit merah: Rp73.600/kg (turun 2,58%).

Harga Beras

Beras kualitas bawah I: Rp 14.150/kg; Beras kualitas bawah II: Rp 14.150/kg; Beras kualitas medium I: Rp 15.650/kg. Beras kualitas medium II: Rp 15.350/kg; Beras kualitas super I: Rp 16.680/kg; Beras kualitas super II: Rp 16.300/kg.

Harga Daging dan Telur Hari Ini

Daging ayam ras segar: Rp 36.900/kg (turun 1,94%); Daging sapi kualitas 1: Rp 147.600/kg (turun tipis 0,67%); Daging sapi kualitas 2: Rp 139.650/kg (turun 1,5%); Telur ayam ras segar: Rp 30.100/kg (turun 0,5%).

Harga Gula dan Minyak Goreng

Gula pasir premium: Rp 29.400/kg; Gula pasir lokal: Rp 19.000/kg. Minyak goreng curah: Rp 20.750/kg; Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 24.450/kg (naik 1,24%); Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 23.200/kg (turun 0,22%).

Data PIHPS yang tercatat pada pagi ini menunjukkan koreksi harga yang relatif meluas pada komoditas sayuran dan bumbu, terutama cabai dan bawang merah, yang memainkan peran kunci dalam tekanan inflasi pangan. Penurunan harga cabai keriting dan rawit hijau yang cukup dalam mengindikasikan adanya peningkatan pasokan di sentra produksi atau penurunan permintaan sementara di pasar domestik.

Di sisi lain, kenaikan terbatas pada bawang putih dan minyak goreng kemasan bermerk 1 mencerminkan dinamika biaya impor dan tekanan biaya produksi yang masih memengaruhi beberapa rantai pasok. Kondisi ini menyentuh aspek distribusi dan logistik, sehingga pergerakan harga di tingkat ritel dapat bervariasi antarwilayah.

Analis pasar menyatakan bahwa volatilitas harga komoditas hortikultura masih dipengaruhi oleh faktor musiman, cuaca, serta kebijakan perdagangan antarwilayah, sementara stok dan pasokan pada komoditas staple seperti beras relatif stabil pada rentang harga yang tercatat. Pemantauan berkelanjutan melalui mekanisme PIHPS menjadi penting untuk merespons gejolak harga yang berdampak pada daya beli konsumen.

Pelaku usaha di sektor pangan diharapkan meningkatkan koordinasi rantai pasok dan praktik tata niaga untuk mengurangi fluktuasi ekstrim yang merugikan petani maupun konsumen, sedangkan otoritas terkait perlu menyesuaikan kebijakan intervensi pasar sesuai perkembangan data harga harian. Pemantauan harga harian tetap menjadi indikator utama untuk merumuskan langkah kebijakan yang tepat waktu dan terukur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button