KAI Lampung Layanan 498.104 Penumpang dan 11.437.080 Ton Barang

Jakarta, Maret.id — Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pencapaian signifikan dalam pelayanan angkutan penumpang dan barang di wilayah Lampung. Selama periode Januari hingga Mei 2026, KAI melayani sekitar 498.104 penumpang dan mengangkut 11.437.080 ton komoditas.
Peningkatan Layanan Angkutan Penumpang dan Barang
Layanan perjalanan penumpang didominasi oleh kereta api Kuala Stabas, yang menghubungkan Tanjungkarang dan Baturaja. Sementara itu, pengiriman barang terutama didominasi oleh komoditas batu bara yang dikirim ke Pelabuhan Tarahan.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan pentingnya sejarah perkeretaapian di Lampung. Jaringan rel di wilayah ini pertama kali dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1911. “Kereta api telah membuka akses menghubungkan hasil bumi, pelabuhan, hingga pemukiman, yang sampai saat ini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian di sini,” ungkap Anne.
Jaringan Transportasi yang Kuat
Saat ini, panjang lintasan aktif di wilayah kerja KAI di Lampung mencapai 451,280 kilometer. Dengan dukungan 47 stasiun, transportasi massal ini melayani wilayah luas mulai dari Bandar Lampung hingga Prabumulih di Sumatra Selatan. Stasiun-stasiun utama, seperti Tanjungkarang dan Tarahan, berperan krusial dalam mobilisasi masyarakat dan barang.
Salah satu kereta penumpang, Rajabasa, telah melayani 185.167 pelanggan, sementara kereta Kuala Stabas membawa 312.937 penumpang. Selain itu, KAI juga mengoperasikan 4.029 perjalanan kereta barang yang mengangkut berbagai komoditas.
Peluang dan Rencana Masa Depan
Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, menilai potensi konektivitas perkeretaapian di Lampung sangat besar. “Lampung memiliki pelabuhan, pusat industri, dan jalur transportasi yang strategis. Dengan memperkuat jaringan rel, distribusi barang dapat dilakukan lebih efisien dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah,” terangnya.
Anne menambahkan bahwa KAI akan fokus pada penguatan sektor logistik energi ke depannya. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan, keandalan, dan kualitas layanan. Kereta api bukan hanya sebuah kenangan, melainkan bagian penting dari pertumbuhan wilayah, koneksi masyarakat, serta efisiensi ekonomi,” tutupnya.
Dengan pencapaian ini, KAI menunjukkan dedikasinya untuk meningkatkan layanan transportasi kereta api yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat serta perekonomian di wilayah Lampung.





