KAI Laksanakan Pelatihan untuk 150 Petugas Pengamanan di Yogyakarta

Jakarta, Maret.id — KAI Services telah melaksanakan pembinaan terhadap 150 petugas pengamanan di Yogyakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menjalankan tugas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan koordinasi operasional perjalanan kereta api di wilayah tersebut.
Pembinaan Dihadiri oleh Pihak Kepolisian
Seluruh peserta yang mengikuti program pembinaan berasal dari pengamanan Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kereta Commuter Indonesia (KCI). Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Yogyakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam kesempatan ini, perwakilan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Toni Suistiyono, memberikan sambutan. Ia menekankan bahwa kesiapan personel pengamanan merupakan faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Pentingnya Pelatihan untuk Mencegah Tindakan Anarkis
Toni menyampaikan harapannya agar pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan profesionalisme para petugas. “Ini relevan saat mereka bertugas di stasiun maupun di dalam kereta Commuter Line,” jelasnya.
Pelatihan ini dipandu oleh Brigadir Polisi Satu (Briptu) Ali Imron dan Brigadir Polisi Dua (Bripda) Dandi. Keduanya memberikan pembekalan materi mengenai metode Pengendalian Massa atau Dalmas Awal, yang penting untuk mencegah situasi di lapangan agar tidak berujung pada tindakan anarkis.
Rutin Dilaksanakan di Berbagai Wilayah
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, mengungkapkan bahwa pembinaan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di seluruh regional Pulau Jawa dan Sumatra. “Dalam pembinaan di Wilayah Regional 6 Yogyakarta, kami melibatkan berbagai kegiatan mulai dari praktik lapangan hingga penanganan pengendalian massa,” ujarnya.
Ixfan menekankan pentingnya pembekalan ini agar para personel pengamanan memiliki pemahaman mengenai prosedur, teknik, dan langkah-langkah preventif untuk menghadapi potensi gangguan keamanan yang melibatkan massa. Selain itu, pembinaan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional serta memastikan bahwa setiap petugas pengamanan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Ixfan pun berharap seluruh personel yang mengikuti pembinaan ini dapat menjalankan tugas mereka dengan maksimal demi menyokong keselamatan serta kelancaran operasional kereta api di Yogyakarta.





