Menteri UMKM Tingkatkan Ekosistem Wirausaha untuk Memanfaatkan Bonus Demografi

Jakarta, Maret.id — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional. Hal ini diharapkan dapat membantu Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi yang ada tanpa menjadikannya sebagai beban pembangunan.
Pesta Wirausaha Nasional 2026
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Maman saat membuka acara Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026, yang diselenggarakan oleh Komunitas Tangan Di Atas di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu, 20 Juni 2026. Maman mengungkapkan bahwa dominasi penduduk usia produktif di Indonesia memberikan peluang besar untuk menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang mampu menyerap tenaga kerja.
“Potensi yang ada hanya bisa dimanfaatkan jika didukung oleh ekosistem usaha yang sehat dan inklusif,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi peran aktif Komunitas Tangan Di Atas dalam menyelenggarakan PWN sejak 2007, yang menurutnya dapat menjadi ruang untuk memperkuat kemandirian wirausaha di Indonesia.
Target Peningkatan Kewirausahaan
Sekitar 68% penduduk Indonesia saat ini berada pada usia produktif dari total lebih dari 287 juta jiwa. Untuk itu, pemerintah menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,20% pada tahun 2026 dan meningkat pada 2029 menjadi 3,60%. Dalam upaya mencapai target tersebut, Maman Abdurrahman menyatakan bahwa Kementerian UMKM telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung.
Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah platform SAPA UMKM, yang dirancang untuk menjangkau sekitar 57 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Melalui aplikasi ini, pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan, termasuk pembiayaan, sertifikasi, perizinan, pelatihan, hingga informasi tentang pengembangan usaha, serta fitur chat komunitas untuk memperluas kolaborasi antar pelaku usaha.
“Saya mengajak seluruh pengusaha UMKM untuk bergabung ke dalam SAPA UMKM. Saya optimis platform ini akan terus berkembang dan memfasilitasi pertumbuhan usaha,” kata Maman dalam konferensi pers.
Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis
Selain itu, Kementerian UMKM bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sedang menyiapkan program fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500 ribu UMKM. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal yang harus dilakukan sebelum batas pengajuan pada bulan Oktober 2026.
“Kementerian UMKM siap mendampingi setiap proses pertumbuhan pengusaha UMKM agar semakin banyak usaha yang berkembang. Kami ingin ini membuka lapangan kerja dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” tutup Maman.
Pesta Wirausaha Nasional 2026 berlangsung dari 20 hingga 21 Juni 2026 di Plenary Hall JICC dengan target sekitar 15 ribu pengusaha UMKM yang hadir. Agenda yang diusung mencakup pameran produk, talkshow inspiratif, dan business matching untuk memperluas akses pasar serta peluang kemitraan di kalangan pelaku usaha.





