Volume Penumpang Stasiun Sumberpucung Malang Meningkat 18,15 Persen

Jakarta, Maret.id — Volume pelanggan Stasiun Sumberpucung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan sebesar 18,15 persen, tercatat dengan total 1.777 orang. Kenaikan tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencatat 1.504 orang.
Peningkatan Penumpang di Stasiun Sumberpucung
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa sejak bulan Maret hingga Mei, terdapat 984 pelanggan yang naik melalui Stasiun Sumberpucung, sementara 793 penumpang turun di stasiun yang sama dalam periode tersebut. Ini menunjukkan peran penting stasiun kecil dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa Stasiun Sumberpucung tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemberhentian kereta, tetapi juga sebagai akses vital bagi warga sekitar. “Stasiun Sumberpucung menjadi pintu yang dekat dengan kehidupan warga. Dari stasiun ini, akses menuju kawasan Karangkates, tempat kerja, sekolah, pasar, dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih terbuka,” ujarnya.
Kenaikan Jumlah Penumpang dan Kebutuhan Perjalanan
Peningkatan jumlah penumpang, yang tumbuh 15,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat di Kabupaten Malang. Pemandangan serupa terlihat dari penumpang turun yang juga meningkat sebesar 21,63 persen dari triwulan sebelumnya, terdata sebanyak 652 orang.
“Angka pertumbuhan pelanggan ini penting dibaca sebagai suara masyarakat. Ketika akses tersedia, warga memanfaatkannya. Karena itu, peningkatan perhatian terhadap stasiun-stasiun seperti Sumberpucung akan memberi dampak langsung bagi kehidupan daerah,” kata Anne. Penumpang yang menempuh perjalanan meski jarak pendek memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kepala wilayah Kecamatan Sumberpucung mencatat bahwa populasi di daerah tersebut mencapai 58.955 jiwa, dengan 41.201 penduduk berada di usia produktif. Hal ini memberikan potensi pergerakan penumpang yang besar. “Satu perjalanan yang lebih mudah dapat berarti peluang kerja yang lebih luas,” ungkap Anne.
Ia juga menekankan pentingnya konektivitas dalam menjangkau kesempatan kerja, pendidikan, serta wisata di daerah tersebut. “KAI melihat konektivitas sebagai jalan untuk mempertemukan potensi alam, tenaga kerja, wisata, dan ekonomi warga. Di Sumberpucung, kereta api membantu masyarakat menjangkau kesempatan dengan cara yang lebih aman dan terjangkau,” jelasnya lebih lanjut.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan publik, KAI terus beraktivitas melayani rute Kereta Api (KA) Malabar dari Malang menuju Bandung serta KA Matarmaja menuju Pasar Senen. “Setiap stasiun menyimpan cerita tentang masyarakat yang ingin hidup lebih baik. Di Sumberpucung, kereta api mendekatkan warga dengan pekerjaan, pendidikan, wisata, dan harapan,” ucap Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Dalam rilis data yang disampaikan KAI pada Sabtu, 20 Juni 2026, Stasiun Sumberpucung tidak hanya melayani kereta jarak jauh tetapi juga terhubung dengan Commuter Line Dhoho dan Penataran. Di sekitar stasiun, terdapat infrastruktur pendukung seperti Terowongan Karangkates I dan II yang bersejarah, serta rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan semua langkah proaktif tersebut, KAI bertekad untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, menjadikan konektivitas transportasi sebagai katalisator untuk kemajuan sosial dan ekonomi di sekitar Stasiun Sumberpucung.





