PNM Dukung Usaha Mikro dengan Pencapaian di Final PFL untuk Peningkatan Ekonomi Nasional

Jakarta, Maret.id — Grand Final Pro Futsal League (PFL) 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi talenta futsal Indonesia, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk mengembangkan pasar mereka. Sebanyak 20 nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar terpilih untuk berjualan langsung di lokasi acara, memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen.
Sebagai sponsor utama PFL 2026, PNM berkomitmen mendukung perkembangan olahraga sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pengusaha ultra mikro. Kehadiran nasabah di arena pertandingan menjadi ajang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman usaha dan kepercayaan diri mereka.
Bagi banyak pengusaha ultra mikro, memperluas pasar menjadi kunci pengembangan usaha. Akses yang lebih luas dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ruang usaha yang terbuka membantu masyarakat menghadapi berbagai tekanan ekonomi, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal.
Dalam kondisi sulit, masyarakat prasejahtera sering menghadapi kebutuhan mendesak yang memerlukan dukungan pembiayaan cepat. Tanpa akses yang memadai, mereka berisiko memilih pinjaman berbiaya tinggi. Oleh karena itu, kebutuhan akan akses pembiayaan yang aman dan pendampingan sangat penting bagi mereka.
Salah satu nasabah, Iin Sutiyani dari Yogyakarta, menceritakan perjuangannya menjaga usaha kecil sebagai sumber penghidupan keluarganya. “Dulu, setiap hari rasanya seperti dikejar waktu dan tagihan pinjaman harian yang terus datang,” ujar Iin. Ia merasakan beban berat ketika kondisi kesehatan suaminya menurun.
Usaha kecil Iin menjadi tumpuan utama untuk kebutuhan sehari-hari, namun berbagai tekanan membatasi ruang geraknya. Setelah bergabung dengan PNM Mekaar, Iin mengaku mendapatkan akses modal yang lebih aman, yang memungkinkannya untuk merencanakan usaha dengan lebih baik. “Sekarang bisa berjualan di Grand Final PFL 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” tuturnya.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian modal saja. “Pemberdayaan juga memerlukan keberanian membuka akses dan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang,” kata Kindaris. Ia menambahkan, bagi perempuan ultra mikro, modal bukan hanya uang tetapi juga kesempatan untuk melangkah lebih kuat.
Dengan kehadiran 20 nasabah dalam Grand Final PFL 2026, PNM berharap akan muncul lebih banyak kisah inspiratif. Upaya ini diharapkan dapat mendukung perkembangan usaha kecil dan kontribusinya terhadap ekonomi masyarakat.





