Ekonomi

Kemendag Lepas Ekspor Baja Struktural ke Kanada Senilai Rp3,85 Miliar untuk Tingkatkan Kinerja Sektor Ekonomi Indonesia

Jakarta, Maret.id — Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melepas ekspor fabrikasi baja struktural ke Kanada dari Cilegon, Banten, pada Selasa, 23 Juni 2024. Ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan ekspor produk manufaktur berkualitas tinggi ke pasar global.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, di pabrik milik PT Trimitra Fabrikasi Engineering. Produk yang diekspor merupakan bagian dari pengiriman yang dijadwalkan selama Juni 2026.

Nilai ekspor mencapai USD 216 ribu atau sekitar Rp 3,85 miliar. Menurut Kemendag, capaian ini menunjukkan kemampuan industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Puntodewi mengapresiasi konsistensi PT TFE dalam mengembangkan pasar ekspor produk manufaktur Indonesia. “Keberhasilan ini mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin kuat,” ujar Puntodewi.

Fabrikasi baja struktural diakui Puntodewi sebagai produk dengan nilai tambah tinggi, dihasilkan melalui proses rekayasa dan fabrikasi yang kompleks. Dia menambahkan bahwa pengembangan ekspor di sektor ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri dari pemerintah.

Data Kemendag menunjukkan bahwa ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 87,74 miliar selama Januari hingga April 2026, tumbuh 6,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor besi dan baja selama periode tersebut tercatat mencapai USD 9,61 miliar.

“Khusus untuk produk fabrikasi baja struktural, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 39,68 juta pada Januari-April 2026,” kata Puntodewi. Dia juga mencatat adanya tren pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen untuk komoditas ini.

Nilai ekspor besi dan baja sepanjang 2025 mencapai USD 29,76 miliar dengan tren pertumbuhan 5,61 persen dalam lima tahun terakhir. Puntodewi menekankan bahwa tren ini menunjukkan peluang pasar global masih terbuka untuk produk Indonesia.

Sepanjang semester pertama 2026, PT TFE mencatat nilai ekspor sebesar USD 4,51 juta, atau setara dengan Rp 77,53 miliar. Kemendag juga memfasilitasi PT TFE untuk memperluas akses pasar ke Eropa dan Amerika Serikat.

“PT TFE telah difasilitasi untuk memperluas akses pasar ke kawasan Eropa dan AS pada Maret 2026,” kata Puntodewi. “Kami menghubungkan perusahaan dengan calon pembeli potensial untuk menjajaki peluang kerja sama.”

Direktur Utama PT TFE, Bobby Judoprawiro, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap industri ekspor. “Inergi pemerintah dan dunia usaha penting untuk memperkuat daya saing nasional,” ujarnya.

Bobby menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar ekspor. “Ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah menuju pasar global yang lebih luas,” tuturnya.

Kemendag terus menjalankan program pengembangan pasar internasional, termasuk misi dagang dan pameran internasional. Pada Januari-Mei 2026, Kemendag melaksanakan 333 kegiatan business matching, menghasilkan transaksi senilai USD 193,88 juta dengan berbagai pembeli global.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button