Bahlil Jelaskan Pemadaman Bergilir Jawa dan Risiko Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan kualitas batu bara menjadi salah satu faktor utama penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa beberapa waktu terakhir.
“Ternyata kita cek ada medium batu bara yang kalorinya di atas 5.000 untuk campur (blending). Inilah yang dibutuhkan (untuk operasional pembangkit),” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Ia menjelaskan bahwa ketika kualitas batu bara berada di bawah kebutuhan operasional PLN, diperlukan penggunaan volume batu bara yang lebih besar untuk menghasilkan listrik yang sama.
Menurut Bahlil, total kebutuhan batu bara pembangkit PLN dalam satu tahun mencapai sekitar 154 juta metrik ton (MT).
Bahlil menuturkan bahwa berdasarkan aturan domestic market obligation (DMO) kepada para eksportir, PLN seharusnya dapat memperoleh pasokan hingga 180-190 juta MT dari kebutuhan tersebut.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini PLN telah menerima sekitar 141 juta MT batu bara, tetapi mendapat laporan stok pasokan sudah menipis pada Juni 2026.
“Artinya ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni, dari 154 juta kurang 141 juta, itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan enam? Ini ilmu apa lagi? Ya ini aku jujur-jujur saja nih, berarti kan ada sesuatu,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Bahlil menilai persoalan pasokan ini seharusnya dapat dimitigasi oleh PLN sehingga tidak berimbas langsung kepada masyarakat melalui pemadaman bergilir.
“Kalau pemerintah memberikan DMO, teknisnya kan (PLN), perusahaan, gitu. Jangan air sudah di batang leher baru teriak,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Menteri ESDM memastikan kejadian serupa tidak akan terulang dan menegaskan fokus pemerintah adalah memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri.
“Nah karena seperti itu, maka atas arahan Bapak Presiden, kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Sekarang sudah jalan normal. Dari beberapa yang harus ekspor ke luar kita tahan, (penuhi) kebutuhan dalam negeri dulu,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dan Ketua Umum Partai Golkar.
Pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap proses pengadaan batu bara bagi PLN untuk mencegah gangguan pasokan yang berpotensi mengancam ketahanan energi nasional.
“Pengadaannya harus transparan. Dan saya minta aparat penegak hukum awasi supaya jangan kelakuan begini setiap tahun muncul terus,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.





