Ribuan Penumpang Tiba di Stasiun Pasarnguter, Sukoharjo

Jakarta, Maret.id — Sebanyak 3.006 penumpang menggunakan jasa transportasi kereta api melalui Stasiun Pasarnguter di Kabupaten Sukoharjo pada periode Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 1.805 pelanggan melakukan perjalanan naik dan 1.201 pelanggan turun di stasiun.
Layanan Kereta Api Batara Kresna menawarkan tarif yang terjangkau sebesar Rp4.000. Kereta ini menghubungkan Solo Raya dengan sentra jamu tradisional yang berada di Kecamatan Nguter.
Dalam penjelasannya, Anne Purba selaku Vice President Corporate Communication KAI menyatakan bahwa keberadaan Stasiun Pasarnguter memiliki nilai strategis. Stasiun ini dekat dengan simpul ekonomi lokal dan berbagai destinasi wisata budaya jamu tradisional.
“Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang sangat kuat karena terhubung dengan kehidupan masyarakat Nguter,” kata Anne. “Di sekitar stasiun, ada pasar jamu, perajin, pedagang, keluarga, dan wisatawan yang semuanya menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah.”
Ia menambahkan bahwa kehadiran stasiun ini memberikan dampak positif bagi konektivitas masyarakat di pedesaan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi kunyit di daerah ini mencapai 287.500 kilogram.
“Ketika sebuah stasiun berada dekat dengan pusat aktivitas warga, manfaatnya terasa luas,” tutur Anne. “Ada pedagang yang lebih mudah bepergian, keluarga yang memiliki pilihan transportasi terjangkau, dan wisatawan yang dapat menjangkau destinasi lokal dengan lebih praktis.”
Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan di Stasiun Pasarnguter. Kecamatan Nguter tercatat memiliki total penduduk 56.015 jiwa pada tahun 2025.
“KAI akan terus menjaga layanan di Stasiun Pasarnguter agar tetap aman, nyaman, dan mudah diakses,” kata Wisnu. “Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk menikmati perjalanan akhir pekan, mengenal potensi daerah, serta mendukung ekonomi warga Sukoharjo.”
PT Kereta Api Indonesia merilis data statistik perkembangan angkutan pada Jumat, 26 Juni 2026. Data tersebut menunjukkan dinamika yang cukup tinggi dalam pemanfaatan moda transportasi kereta api oleh masyarakat.
Dari total populasi di wilayah Nguter, sebanyak 37.997 jiwa berada dalam kategori usia produktif. Selain itu, sektor pertanian di Kecamatan Nguter menghasilkan komoditas cabai rawit sebanyak 1.240 kuintal.
BPS juga mencatat hasil panen buah mangga dari daerah tersebut mencapai 13.530 kuintal. Pengakuan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2023 semakin memperkuat potensi budaya lokal di kawasan ini.





