Ekonomi

Produksi Pangan Meningkat, Petani Optimis Pertanian Tumbuh

Jakarta, Maret.id — Kondisi produksi pangan nasional menunjukkan perkembangan positif. Peningkatan harga gabah dan dukungan sarana produksi menjadi faktor utama penguatan sektor pertanian.

Masroni, petani anggota Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), menyatakan bahwa ketersediaan pupuk yang semakin mudah diperoleh petani berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian saat ini. “Harga gabah di lapangan sudah melampaui ketentuan pemerintah dan hasil panen petani juga cukup baik,” kata Masroni.

Dia menambahkan bahwa perluasan lahan pertanian di kawasan perhutani membuka peluang untuk peningkatan hasil panen di berbagai daerah. “Kalau dulu pupuk sangat sulit diperoleh petani, sekarang jauh lebih mudah sehingga kegiatan budidaya berjalan lancar,” ujar Masroni.

Menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan meningkat, Masroni menjelaskan bahwa petani telah menyiapkan berbagai strategi. Ia mengatakan bahwa kelompok tani harus beradaptasi dengan pemilihan varietas tahan kering serta pola tanam yang lebih fleksibel. “Kami menerapkan varietas genjah dan padi gogo agar tanaman lebih tahan saat curah hujan berkurang,” tuturnya.

Masroni juga mengemukakan bahwa kebutuhan utama petani saat ini adalah pembangunan sumur dalam serta dukungan listrik pertanian. Sementara itu, Puji Lestari, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, mengungkapkan bahwa peningkatan produksi didukung oleh inovasi varietas unggul. Ia menegaskan bahwa pengembangan benih berdaya hasil tinggi menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Varietas unggul dengan produktivitas tinggi dan teknologi budidaya yang tepat sangat menentukan keberhasilan peningkatan produksi,” jelas Puji. Ia menekankan bahwa pengembangan varietas genjah adalah langkah strategis dalam menghadapi ancaman El Nino.

Menurut Puji, tanaman berumur pendek memungkinkan petani untuk memanen lebih cepat sebelum periode kekeringan mencapai puncaknya. Ia juga menambahkan bahwa riset dalam efisiensi penggunaan air terus dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian nasional. “Kami menyiapkan varietas unggul genjah dan teknologi hemat air agar petani tetap produktif saat kemarau,” ungkap Puji.

BRIN sedang memperkuat pemetaan wilayah rentan dengan memanfaatkan satelit beresolusi tinggi nasional. “Informasi tersebut membantu petani menentukan waktu tanam berdasarkan kondisi curah hujan dan suhu,” kata Puji. Ia menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan memerlukan koordinasi erat antara pemerintah, petani, industri, perbankan, dan akademisi.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button