Pastikan Emas Asli: 10 Cara Lindungi Nilai Investasi

Jakarta, Maret.id — Keraguan tentang keaslian emas yang dibeli kerap muncul terutama bagi masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen investasi.
Pegadaian mencatat sepuluh metode sederhana yang bisa dipakai konsumen untuk memeriksa keaslian emas sebelum melakukan transaksi.
1. Memperhatikan ciri-ciri fisik dapat menjadi langkah awal untuk membedakan emas asli dan palsu.
Ukiran kode angka atau keterangan kadar seperti 10K, 18K, 22K, 24K atau tanda 1 sampai 999 biasanya menandai asal dan kadar emas pada perhiasan.
2. Pengujian dengan magnet dilakukan dengan mendekatkan magnet kuat ke permukaan emas untuk melihat apakah terjadi tarikan magnetis.
Emas murni tidak bersifat magnetis sehingga logam yang menempel pada magnet menunjukkan kemungkinan adanya logam lain, namun pada perhiasan hasil dapat kurang akurat karena campuran paduan.
3. Uji gores pada keramik polos (tanpa glasir) dilakukan dengan menggosokkan emas secara perlahan ke permukaannya.
Emas asli umumnya tidak meninggalkan bekas goresan dan warna tetap kuning mengilap, sedangkan emas berlapis atau imitasi sering meninggalkan goresan berwarna hitam atau gelap.
4. Meneteskan asam nitrat ke permukaan emas merupakan metode kimiawi untuk melihat reaksi warna pada logam.
Jika teroksidasi, warna yang muncul bisa berbeda seperti kuning keemasan untuk logam kuningan berlapis emas, hijau untuk logam besi berlapis emas, dan putih susu untuk perak berlapis emas, namun emas asli tidak bereaksi terhadap asam nitrat.
Pengujian asam nitrat berisiko karena zat tersebut berbahaya bagi kesehatan pernapasan sehingga sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
5. Tes gigitan adalah metode tradisional yang dilakukan dengan menggigit permukaan emas untuk melihat bekas gigitan.
Menurut praktik umum, adanya bekas gigitan dianggap sebagai tanda keaslian karena emas relatif lunak dibanding logam imitasi.
6. Penciuman atau pemeriksaan bau digunakan untuk mendeteksi adanya korosi atau campuran logam seperti kuningan dan tembaga.
Emas murni tidak berkarat sehingga jika terdapat bau amis atau karatan setelah terpapar keringat atau air, ada indikasi kandungan logam lain.
7. Pengukuran konduktivitas panas atau listrik dapat membantu membedakan emas dari logam lain.
Emas merupakan konduktor yang baik, sering kali digunakan pada komponen elektronik seperti chip dan perlindungan khusus, serta menghantarkan panas lebih baik dibanding kuningan meskipun berada di bawah tembaga dan perak dalam peringkat konduktivitas.
8. Tes suara dering dilakukan dengan menjatuhkan emas ke permukaan keras untuk menilai kualitas bunyi yang dihasilkan.
Emas batangan atau perhiasan asli biasanya menghasilkan bunyi dering yang lebih panjang dan nyaring, sedangkan tiruan cenderung mengeluarkan bunyi yang lebih pendek.
9. Pengukuran kepadatan (densitas) adalah metode kuantitatif yang menggunakan prinsip perpindahan volume air.
Densitas dihitung dengan rumus Densitas = Massa Emas / Pergeseran Volume dan contoh perhitungan menunjukkan bahwa emas 38 gram yang menyebabkan pergeseran volume 2 ml memiliki densitas 19 g/ml.
Nilai acuan kepadatan emas murni 24 karat sekitar 19,3 g/ml sehingga perhitungan yang mendekati angka tersebut mengindikasikan kemurnian tinggi.
Kadar kemurnian yang berbeda akan menunjukkan rentang densitas berbeda, misalnya 14K emas kuning: 12,9 g/ml – 14,6 g/ml.
18K emas kuning memiliki kisaran densitas sekitar 15,2 g/ml – 15,9 g/ml.
18K emas putih menunjukkan rentang densitas sekitar 14,7 g/ml – 16,9 g/ml.
22K emas kuning tercatat memiliki densitas sekitar 17,7 g/ml – 17,8 g/ml.
10. Pengujian secara profesional dianjurkan apabila konsumen masih meragukan hasil uji mandiri.
Konsumen dapat membawa emas ke outlet Pegadaian terdekat untuk pemeriksaan keaslian oleh petugas yang berkompeten dan menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Upaya pemeriksaan keaslian penting untuk melindungi nilai investasi dan mengurangi risiko penipuan pada transaksi emas di pasar domestik.
Pemeriksaan berlapis menggunakan metode visual, fisik, kimia, dan profesional meningkatkan kemungkinan deteksi barang palsu dan memberi perlindungan lebih bagi konsumen.





