Ekonomi

Analisis Risiko Fiskal Kemenkeu Pengaruhi Keputusan Presiden

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa ia selalu menyampaikan analisis risiko fiskal dan dampak anggaran sebagai bahan pertimbangan Presiden Prabowo Subianto dalam pengambilan keputusan.

Ia memastikan setiap keputusan presiden atas kebijakan strategis dibahas bersama dengan mempertimbangan aspek ekonomi, sosial, dan kemampuan fiskal negara.

Pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden.” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya juga menyampaikan program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari agenda sosial dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Pemerintah terus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya makin efisien dan tepat sasaran.” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pemerintah, kata Purbaya, telah mengambil langkah-langkah efisiensi anggaran, memperkuat mekanisme pengawasan, serta meningkatkan koordinasi dengan instansi pelaksana agar penggunaan anggaran negara lebih akuntabel.

“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat.” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR dengan keterlibatan Menteri PPN/Kepala Bappenas, OJK, dan Bank Indonesia di Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button