Ekonomi

Angkot JakLingko Tak Lagi Gratis, DTKJ Usul Tarif Rp 2.000

Jakarta, Maret.id — Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan layanan Mikrotrans atau angkot JakLingko tidak lagi digratiskan dengan tarif terintegrasi Rp5.000 untuk perjalanan Transjakarta dalam kota dan tarif Rp2.000 bagi pengguna Mikrotrans saja untuk meningkatkan akurasi data penumpang. “Mikrotrans itu sebetulnya kemarin itu dalam rangka uji coba supaya apa, bagaimana first mile and last mile-nya itu jalan. Jadi dari rumah langsung nyambung kan ke BRT, non-BRT. Karena uji coba itu Rp0, tapi keterusan,” ujar Sugihardjo, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta. Pernyataan itu dikutip Minggu (5/6/2026). DTKJ mengusulkan besaran tarif terintegrasi Rp5.000 untuk pemakaian layanan Transjakarta di dalam wilayah kota termasuk saat berpindah moda dari BRT, non-BRT, maupun Mikrotrans tanpa biaya tambahan. Sementara itu, pengguna yang hanya memanfaatkan layanan Mikrotrans diusulkan membayar tarif Rp2.000. “Kita mengusulkan 2.000. Nah ini memang dari nggak bayar jadi bayar ya,” ujar Sugihardjo, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta. Menurut Sugihardjo, penerapan tarif diperlukan agar data penumpang mencerminkan kondisi riil karena selama layanan digratiskan masih terjadi praktik tap kartu berulang. “Nah nanti dengan Rp2.000 kira-kira saya mau tapping-tapping nggak? Ya kan masa duit saya habis dong gitu. Nah jadi datanya lebih riil,” ujar Sugihardjo, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta. Usulan DTKJ ini berimplikasi pada pengumpulan data operasional dan potensi perubahan kebiasaan perjalanan harian yang menjadi bahan pertimbangan bagi perencanaan layanan angkutan terpadu di Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button