Mendagri Tito Dorong Ekonomi Syariah Perkuat Perekonomian

Jakarta, Maret.id — Pemerintah daerah diminta menggali dan mengembangkan berbagai potensi ekonomi berbasis syariah di wilayahnya agar menjadi kontributor penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan peluang pengembangan ekonomi syariah terbuka luas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi juga menjangkau pasar internasional termasuk negara-negara kawasan Timur Tengah.
“Supaya ekonomi syariah ini menjadi potensi untuk kontributor bagi pertumbuhan ekonomi dan Indonesia sebagai negara, sekali lagi, Muslim, populasi Muslim terbesar di dunia, kita memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Pernyataan itu disampaikan Selasa (7/7/2026).
Ia mendorong potensi ekonomi syariah penting untuk dioptimalkan karena bukan sekadar isu agama, melainkan peluang ekonomi yang dapat mendongkrak kemajuan daerah.
Menurutnya, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki ruang sangat besar untuk mengembangkan industri halal.
Pemerintah pusat diharapkan mendorong pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi lokal, memfasilitasi akses pasar, dan mengintegrasikan ekonomi syariah ke dalam perencanaan pembangunan wilayah.
Pengembangan ekonomi syariah yang terencana diyakini dapat memperkuat daya saing produk lokal di pasar global dan menarik investasi dari negara-negara dengan permintaan halal tinggi.





