Ekonomi

Pemprov Kaltim Targetkan Swasembada Beras Akhir 2026, Stabil

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan swasembada beras pada akhir 2026 melalui perluasan cetak sawah dan modernisasi infrastruktur irigasi.

“Kami sudah mengalami peningkatan produksi padi. Saat ini capaiannya sudah lebih dari 60 persen dan kita menargetkan pada akhir 2026 dapat mencapai 100 persen,” ujar Seno Aji, Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

Seno Aji mengatakan upaya itu membutuhkan kerja keras dan kerja sama semua pihak serta bergantung pada dukungan kebijakan dan program dari Kementerian Pertanian.

Saat ini total kebutuhan beras di Kalimantan Timur berada di kisaran 350 ribu ton per tahun dan jika dikonversikan ke bentuk Gabah Kering Giling (GKG) membutuhkan sekitar 600 ribu ton GKG per tahun.

Menurut data Badan Pusat Statistik setempat, volume fisik produksi mandiri Kaltim baru mencapai 270.867 ton GKG per tahun yang setelah digiling menghasilkan 157.555 ton beras konsumsi.

Kapasitas produksi lokal saat ini baru memenuhi sebagian kebutuhan sehingga kekurangan sekitar 192 ribu ton beras masih harus didatangkan secara berkala dari provinsi lain seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

“Kami terus berdiskusi agar seluruh kabupaten dan kota segera melakukan revitalisasi maupun verifikasi ulang data. Lalu menyampaikan kepada Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Seno Aji, Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

Dalam waktu dekat Pemprov Kaltim akan menyampaikan perkembangan capaian serta rencana kerja daerah kepada Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada padi.

“Akhir Juli ini rencana kerja hingga akhir 2026 sudah ditunggu Menteri Pertanian,” ujar Seno Aji, Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

Sepuluh kabupaten dan kota bersama Perum Bulog, TNI, dan mitra pembangunan terus memperkuat koordinasi serta bekerja di lapangan untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Upaya percepatan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan regional dan mengurangi ketergantungan pasokan antarpulau.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button