Ekonomi

Wisatawan Nusantara Naik 2,88% per Mei 2026 Dorong Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) sepanjang Januari hingga Mei 2026 mengalami pertumbuhan positif.

Dari periode tersebut, jumlah perjalanan wisnus meningkat 2,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di bulan Mei angka naik 8,69 persen dibandingkan Mei 2025, dengan perjalanan pada Mei 2025 sebesar 97,67 juta dan Mei 2026 sebesar 106,16 juta.

“Di bulan Mei ini, dibandingkan tahun 2025, ada peningkatan 8,69 persen ya. Tahun 2025 bulan Mei itu 97,67 juta perjalanan dan tahun ini bulan Mei 106,16 juta perjalanan,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.

Secara kumulatif Januari–Mei 2026 tercatat 523,22 juta perjalanan, naik dari 508,67 juta perjalanan pada periode yang sama 2025.

“Kemudian, secara year-to-date (Januari hingga Mei), itu ada peningkatan 2,88 persen. Tahun ini, 523,22 juta perjalanan dan tahun lalu 508,67 juta perjalanan. Ini untuk tahun 2026,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan Widiyanti pada Rabu (15/7/2026) di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta.

Widiyanti menegaskan perbedaan tingkat pertumbuhan antarbulan merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi faktor musim atau seasonality.

“Jadi, perbedaan angka pertumbuhan dari bulan ke bulan itu biasanya masih normal karena seasonality. Dan, ini secara kumulatif, kami sudah menyampaikan tadi angkanya lebih tinggi sesuai BPS,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.

Kementerian Pariwisata juga mencatat mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah tetap tinggi.

Data Kemenpar menunjukkan pada periode 5 Juni hingga 2 Juli tercatat lebih dari 13,48 juta kedatangan di 16 provinsi, 10 destinasi pariwisata prioritas, dan 3 destinasi regeneratif dari seluruh moda transportasi.

“Dan, dari yang kami catat pada 5 Juni hingga 2 Juli itu, tercatat lebih dari 13,48 juta kedatangan di 16 provinsi lokasi, 10 destinasi pariwisata prioritas, dan 3 destinasi regeneratif dari seluruh moda. Perjalanan wisatawan Nusantara utamanya banyak di Bali dan di Jawa serta Sumatera,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.

Peningkatan arus wisatawan ini dinilai memiliki implikasi positif bagi pemulihan ekonomi lokal, khususnya di Bali, Jawa, dan Sumatera, serta menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan dan promosi destinasi.

Data tersebut menjadi rujukan bagi Kemenpar dan pemangku kepentingan pariwisata dalam merumuskan kebijakan pengelolaan kunjungan dan upaya peningkatan pemerataan manfaat ekonomi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button