Kementerian PU Percepat Jembatan Dona Pulihkan Ekonomi Aceh

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, termasuk pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona di Kabupaten Aceh Tenggara.
Penanganan jembatan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif hingga tuntas.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan proses pemulihan infrastruktur terus menunjukkan progres positif dan langkah percepatan menuju pemulihan permanen terus dilaksanakan.
“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100% dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.
Pernyataan tersebut disampaikan Jumat, 17 Juli 2026.
Meski Jembatan Pantai Dona merupakan aset Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Kementerian PU mengambil langkah cepat dengan memulai pembangunan jembatan permanen pada 10 Desember 2025.
Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Adhi Karya (Persero) bersama penyedia jasa lokal dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026.
Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini melaporkan bahwa sampai 15 Juli 2026 progres fisik penanganan Jembatan Pantai Dona telah mencapai 43,25%.
“Pekerjaan terus dilanjutkan dan progresnya masih sesuai dengan target. Diharapkan, dengan Penanganan Jembatan Pantai Dona akan menghubungkan kembali konektivitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana,” ujar Zulkarnaini, Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Pekerjaan yang telah rampung mencakup preboring dan pemancangan pada titik P1, A1, P2, dan A2, sementara pekerjaan yang masih berlangsung meliputi preboring dan pemancangan P3, pembesian dan bekisting pile cap P1 dan abutment A2, penyiapan lahan P3, serta pengecoran isian SPP P2.
Untuk mendukung percepatan konstruksi, proyek ini dilengkapi dengan peralatan berat seperti excavator, alat preboring dan pancang, mobile crane, batching plant, truck mixer, serta peralatan pendukung lainnya.
Kementerian PU terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan seluruh pemangku kepentingan agar konektivitas masyarakat dapat pulih secara permanen dan aktivitas sosial ekonomi kembali berjalan.





