Ekonomi

Libya Gabung Pembayaran China Tekan Ketergantungan pada Dolar

Jakarta, Maret.id — Gubernur Bank Sentral Libya Naji Mohammed Issa dan Gubernur Bank Rakyat China Pan Gongsheng sepakat menghubungkan bank-bank komersial Libya ke Sistem Pembayaran Antar Bank Lintas Batas China (CIPS).

Pertemuan itu berlangsung saat Issa melakukan kunjungan kerja ke Beijing dan bertemu dengan Gubernur Bank Rakyat China.

Keduanya meninjau volume perdagangan bilateral dan membahas langkah-langkah untuk memperkuat serta meningkatkan tingkat pertumbuhannya.

“Pentingnya meluncurkan fase baru kemitraan strategis sejati antara kedua bank sentral dibahas dan disepakati penghubungan bank-bank komersial Libya ke Sistem Pembayaran Antar Bank Lintas Batas China, CIPS, untuk menyederhanakan transfer keuangan dan mempermudah pelaksanaannya,” ujar Naji Mohammed Issa, Gubernur Bank Sentral Libya.

CIPS diluncurkan oleh Bank Rakyat China pada 2015 untuk memfasilitasi transfer internasional menggunakan yuan China.

Sistem tersebut berfungsi sebagai infrastruktur yang memungkinkan bank mengirim dan menerima pembayaran dalam mata uang yuan secara langsung dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dengan meniadakan kebutuhan pemrosesan melalui bank perantara.

Pernyataan Bank Sentral Libya menyebut kedua pihak juga sepakat mengatasi hambatan yang ada dan memfasilitasi prosedur perdagangan guna meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.

Implementasi awal akan dimulai dengan transfer uang langsung ke China untuk memudahkan transaksi bagi pedagang skala kecil.

Kedua pihak juga menyepakati pemberian izin pembukaan surat kredit secara langsung melalui bank-bank China untuk memperlancar mekanisme perdagangan.

Mereka turut menyetujui pengaturan kunjungan delegasi perbankan resmi Libya ke Beijing yang dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral dan didampingi direktur bank-bank komersial Libya untuk segera bertemu rekan-rekan mereka dari China.

Kunjungan yang direncanakan bertujuan membangun kerja sama antara bank komersial kedua negara dan memanfaatkan pengalaman China dalam pembayaran elektronik serta transfer keuangan langsung.

Langkah-langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada pasar informal, memastikan kepatuhan terhadap standar anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme, serta meningkatkan reputasi sektor perbankan Libya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button