Ekonomi

Pertamina Optimalkan BBM Kota Medan untuk stabilisasi pasar

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan distribusi BBM di Kota Medan dan sekitarnya sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai kembali normal.

Upaya tersebut dimaksudkan untuk memastikan pelayanan publik dan ketersediaan energi tetap terpenuhi selama proses pemulihan distribusi.

“Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal sebagai hasil dari berbagai upaya percepatan distribusi yang kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan. Kami akan terus mengoptimalkan operasional hingga pelayanan kepada masyarakat kembali normal sepenuhnya,” ujar Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Sumbagut mengoperasikan Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam, menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter, memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT), serta mengoptimalkan suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

Langkah operasional itu diperkuat melalui sinergi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), TNI, Polri, pemerintah daerah, Hiswana Migas, pengusaha SPBU, serta mitra transportir agar distribusi dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Pertamina juga terus melakukan pemantauan stok serta penyaluran di seluruh SPBU untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat.

Jika terjadi peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, penyesuaian pasokan akan dilakukan melalui skema Reguler Alternatif Emergency (RAE) guna menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Perbaikan kondisi penyaluran BBM mulai dirasakan langsung oleh pengguna layanan dan menurunkan tekanan antrean di sejumlah titik pengisian.

“Beberapa hari yang lalu saya mengimbau masyarakat untuk bersabar karena memang sempat ada kendala. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik. Antrean sudah berkurang dan pengisian BBM juga lebih lancar. Saya merasakannya sendiri,” ujar Samsuri, pengemudi ojek daring.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button