Ekonomi

Magang Nasional Tingkatkan Serapan Lulusan Perguruan Tinggi

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan pemerintah terus berkomitmen meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Magang Nasional untuk memperkuat kompetensi dan peluang kerja generasi muda.

“Program Magang Nasional memang dirancang untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujar Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Program tersebut tidak hanya memberi pengalaman kerja, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring profesional, memperluas wawasan tentang dunia kerja, serta meningkatkan peluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang.

“Selain itu, peserta juga akan menerima uang saku setara UMP (upah minimum provinsi) atau UMK (upah minimum kabupaten/kota) yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup selama mengikuti program,” ujar Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Pendaftaran Program Magang Nasional dibuka sejak 15 Juli dan akan berlangsung hingga 28 Juli 2026 dengan kuota awal 50.000 peserta pada gelombang pertama dari target total 150.000 peserta sepanjang tahun ini.

Qodari menyampaikan target peserta pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang melibatkan 102.696 peserta.

Program memberi kesempatan bagi lulusan S1, D4, dan D3 mengikuti magang selama enam bulan dengan pelatihan dan pendampingan langsung dari mentor di perusahaan tempat penempatan.

Pada pelaksanaan tahun sebelumnya tingkat kepuasan peserta tercatat 84 persen dan sekitar 30 persen peserta menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan tempat magang dalam kurun waktu enam bulan.

“Bagi pemerintah, pembangunan sumber daya manusia merupakan strategi utama untuk memenangi persaingan global. Karena itu, pemerintah tidak hanya berupaya membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang semakin kuat,” ujar Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas tenaga kerja dan daya saing nasional di tengah tantangan persaingan global serta kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berubah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button