Perlambatan Ekonomi Korsel Tekan Permintaan, Indeks PMI

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke Korea Selatan kini terbatas akibat perlambatan ekonomi di negara tersebut.
“Kondisi perlambatan ekonomi di Korea Selatan memengaruhi peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke Gyeongnam,” ujar Christina Aryani, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Pada pertemuan dengan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Gyeongnam, Hwang Geuk Jae, di Jakarta, ia menyampaikan perlambatan ekonomi menekan permintaan PMI, khususnya di Provinsi Gyeongnam yang selama ini menjadi salah satu kawasan industri tujuan penempatan.
Berdasarkan informasi dari perwakilan Gyeongnam, perlambatan yang masih berlangsung, belum pulihnya aktivitas industri, serta kenaikan tarif pajak menjadi faktor yang menahan peningkatan permintaan pekerja migran.
Skema Visa Metropolitan yang sebelumnya diproyeksikan menjadi jalur penempatan PMI di sektor perkapalan di Gyeongnam juga belum dapat dijalankan.
Program tersebut saat ini masih dievaluasi oleh Kementerian Kehakiman Republik Korea sebagai otoritas penerbit visa bagi pekerja asing.
“Selama proses evaluasi berlangsung, program untuk sementara ditangguhkan. Kami paham dengan kondisi ini dan akan terus mengikuti setiap perkembangannya,” ujar Christina Aryani, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Penangguhan sementara ini berimplikasi langsung terhadap peluang penempatan PMI di sektor perkapalan Gyeongnam dan mengharuskan pemerintah serta calon pekerja menunggu perkembangan kebijakan di Korea Selatan.





