Wacana Penghematan Anggaran MBG, Purbaya: Tergantung Teknis

Jakarta, Maret.id — Badan Gizi Nasional masih mengkaji wacana agar anak atau siswa dari kelompok ekonomi mampu tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kemungkinan penghematan anggaran bisa terjadi jika rencana itu direalisasikan.
“Pasti ada kurang, penghematan (anggaran) bukan potong. Tapi tergantung mereka bagaimana teknisnya nanti,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Purbaya yang ditemui seusai menghadiri rapat koordinasi devisa hasil ekspor sumber daya alam di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Pusat mengatakan ia belum mengetahui detail mekanisme penerapan kebijakan karena hal tersebut menjadi kewenangan BGN.
“Saya enggak tahu detilnya seperti apa. Saya mesti tanya ke Kepala MBG bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya. Kalau ada anak orang kaya, berarti sekolah-sekolah yang bagus-bagus. Mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, ya udah. Dikasih katanya gitu, tapi teknisnya tanya mereka ya,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Ia juga menyampaikan rencana untuk bertemu dengan Kepala BGN Sudaryono setelah proses konsolidasi internal badan tersebut rampung.
“Kita biarkan konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi. Tadinya minggu ini, tapi kan ketuanya ganti. Ada, tapi kan dia masih konsolidasi. Biar tenang dulu,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Jika direalisasikan, kebijakan tersebut berpotensi mengubah cakupan penerima MBG dan memicu pembahasan mengenai kriteria kesejahteraan keluarga serta mekanisme verifikasi yang harus disiapkan BGN. Langkah selanjutnya menunggu keputusan resmi BGN dan hasil pertemuan antara Menteri Keuangan dengan Kepala BGN untuk merumuskan prosedur teknis pelaksanaan.





