Ekonomi

Kementerian PU: 4 Tol Jadi Landasan Darurat, Dampak Pasar

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan merancang infrastruktur strategis yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan nasional melalui fungsi ganda ruas jalan tol.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pembangunan infrastruktur harus memberi nilai strategis bagi kepentingan nasional selain melayani mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” ujar Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Empat ruas jalan tol disiapkan untuk dapat berfungsi sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara, yakni Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Seluruh ruas tersebut dirancang tetap berfungsi optimal sebagai jalan tol dalam kondisi normal dengan spesifikasi yang mendukung operasi pertahanan saat kondisi darurat.

Menurut dia, panjang lintasan yang disiapkan beragam, antara lain pada ruas Jalan Tol Banda Aceh–Sigli yang saat ini memiliki lintasan sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang 1 kilometer, pada ruas Jalan Tol Japek II Selatan dari semula 2,8 kilometer akan diperpanjang menjadi sekitar 3,5 kilometer, dan pada ruas Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi disiapkan lintasan sekitar 3 hingga 3,5 kilometer.

“Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU,” ujar Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Kesiapan pemanfaatan jalan tol sebagai infrastruktur strategis diuji melalui pendaratan dan lepas landas pesawat tempur TNI AU pada Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada 11 Februari 2026 pada segmen antara Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang.

Uji coba berlangsung sukses dengan pendaratan dan lepas landas dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, pada ruas KM 228 hingga KM 231, yang menjadi pendaratan pesawat tempur pertama di ruas jalan tol di Indonesia.

Keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan infrastruktur jalan tol yang dibangun Kementerian PU telah memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung kepentingan strategis negara.

Konsep fungsi ganda ini juga mencerminkan optimalisasi investasi infrastruktur sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi pembangunan ekonomi sekaligus penguatan sistem pertahanan nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button