Ekonomi

Pemerintah Pastikan Blok Masela Serap 12 Ribu Pekerja

Jakarta, Maret.id — Proyek strategis nasional itu diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan investasi.

Proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja pada fase konstruksi.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengatakan pemerintah berkomitmen agar manfaat pembangunan proyek tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah proyek.

“Dengan pembukaan infrastruktur pendukung, aktivitas ekonomi lokal akan tumbuh dan penciptaan lapangan kerja akan meningkat,” kata Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dwi Anggia menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Pihaknya menegaskan pemerintah akan memprioritaskan warga lokal untuk bekerja dalam proyek tersebut.

Ia mengatakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengarahkan agar putra-putri daerah Kepulauan Tanimbar diprioritaskan sebagai tenaga kerja sekaligus memperoleh pelatihan vokasi sesuai kebutuhan industri LNG.

“Mereka bisa berkontribusi dan terlibat langsung dalam pembangunan Blok Masela ini,” ujar Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Proyek LNG Abadi Blok Masela di perairan Kepulauan Tanimbar tercatat sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peletakan batu pertama pada 16 Juli 2026.

Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia dengan cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar.

Pemerintah memperkirakan hingga masa kontrak berakhir pada 2055 proyek ini akan memberikan penerimaan negara sebesar USD37,85 miliar atau sekitar Rp680 triliun hingga Rp801 triliun.

Selain itu, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan nilai tambah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar USD137,8 miliar atau sekitar Rp2.447 triliun hingga Rp2.492 triliun.

Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan timur Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button