Viral Gelembung Laut Karawang, PHE ONWJ Pastikan Pasokan Gas

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan penyisiran di wilayah perairan Ciparage, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyusul munculnya dugaan kebocoran pipa gas yang ditandai dengan gelembung di permukaan laut.
Manager Communication Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan perusahaan langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem produksi setelah menerima informasi mengenai dugaan gelembung gas sekitar lima mil dari Muara Ciparage.
“Status operasi PHE ONWJ (yang berlokasi di perairan Karawang) hingga Sabtu siang berlangsung normal,” ujar Pinto Budi Bowo Laksono, Manager Communication Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ.
Video yang beredar di media sosial dan direkam nelayan setempat menunjukkan gelembung udara di permukaan laut yang diduga berasal dari kebocoran pipa gas bawah laut.
Hasil pengecekan internal hingga Sabtu siang menunjukkan seluruh parameter operasional di fasilitas PHE ONWJ, termasuk tekanan di Stasiun Uniform dan KLA, berada dalam kondisi normal tanpa anomali atau penurunan tekanan signifikan.
Untuk memastikan kondisi lapangan, perusahaan mengerahkan tiga kapal operasional dan satu kapal keamanan untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi munculnya gelembung.
Penyisiran dilakukan sepanjang jalur pipa sisi timur meliputi KLA, KKNA, dan KKNB serta area barat dari KLXB hingga kawasan X-Ray, dan berdasarkan pemeriksaan perusahaan memastikan seluruh area tersebut aman tanpa tanda-tanda kebocoran.
Pemantauan yang dilakukan sejak Jumat (24/7/2026) hingga Sabtu (25/7/2026) menunjukkan semua fasilitas operasional di kawasan tersebut tetap aman dan beroperasi secara normal.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, PHE ONWJ melakukan pemantauan udara atau flyover dari pesisir utara Karawang hingga Stasiun Uniform dan KLA, yang juga tidak menemukan indikasi kebocoran.
Pinto menegaskan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang, instansi terkait, serta perwakilan masyarakat termasuk nelayan setempat untuk memantau perkembangan situasi.
“Pembaruan informasi akan terus disampaikan sejalan dengan perkembangan hasil observasi lanjutan di lapangan,” ujar Pinto Budi Bowo Laksono, Manager Communication Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ.





