Mentan Pastikan Harga Ayam dan Telur Segera Pulih: Stok Aman

Jakarta, Maret.id — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai pulih berkat kebijakan stabilisasi pemerintah yang memperkuat keberlanjutan usaha peternak rakyat nasional.
“Telur sudah mulai aman, daging ayam sudah aman, harganya sudah naik…” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.
Berbagai kebijakan yang ditempuh Kementerian Pertanian dinilai mulai membuahkan hasil dengan membaiknya harga ayam dan telur di tingkat peternak.
Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara produksi, harga, dan penyerapan hasil peternak sehingga kondisi harga komoditas perunggasan menunjukkan perbaikan.
Kementerian Pertanian juga terus bersinergi dengan Badan Gizi Nasional dalam penyerapan komoditas pertanian.
“Kini program MBG adalah off-taker untuk produksi-produksi pertanian, 167 juta petani peternak pekebun. Jadi MBG adalah off-takernya komunitas pertanian…” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.
Kementan telah mengambil berbagai upaya untuk menstabilkan harga ayam dan telur serta menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat.
Pada 10 Juni 2026, Kementan mengumpulkan peternak ayam petelur dari berbagai daerah untuk mencari solusi atas anjloknya harga ayam dan telur.
Dari pertemuan tersebut pemerintah menetapkan langkah strategis seperti penegakan harga acuan pembelian di tingkat peternak yang dikawal Satgas Pangan Polri dan penyaluran jagung melalui mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan untuk menekan biaya pakan.
Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan frekuensi serapan telur oleh Badan Gizi Nasional dalam program MBG dari satu kali menjadi tiga kali setiap pekan.
Pada 6 Juli 2026 Kementan memfasilitasi rembuk peternak ayam pedaging dan petelur bersama HKTI.
Forum tersebut menghasilkan kesepakatan penetapan harga acuan live bird sebesar Rp19.500 per kilogram dan harga telur ayam ras sebesar Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak yang mulai berlaku sejak 15 Juli 2026.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan stabilisasi harga berjalan efektif.
Langkah-langkah tersebut diharapkan menekan biaya produksi, meningkatkan daya serap pasar, dan memperkuat keberlanjutan usaha peternak rakyat serta stabilitas pasokan pangan nasional.





