BRIN Minta Industri Proyeksi Teknologi untuk Jaga Investasi

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan pelaku industri harus segera memproyeksikan teknologi masa depan agar investasi besar tidak berakhir sia-sia karena cepat usang.
Arif menyatakan hal itu saat membuka BRIN Goes To Industry 5 Hilirisasi Riset dan Inovasi Sektor Pertambangan di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
“Jangan sampai kita melakukan kegiatan industrialisasi dan investasi yang berbasis pada teknologi jangka pendek; membangun pabrik atau industri butuh waktu dua hingga tiga tahun dan saat baru selesai teknologinya sudah usang karena sudah muncul teknologi baru,” ujar Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut Arif, percepatan perkembangan teknologi global berlangsung sangat cepat sehingga desain riset dan rancangan pabrik hilirisasi tidak boleh hanya menanggapi aspirasi dan kebutuhan saat ini.
Ia meminta pendekatan perencanaan riset dan industri memasukkan imajinasi futuristik agar hasil investasi tetap relevan dalam jangka panjang.
“Kita harus menggunakan AI, expert, serta kemampuan membaca tren dunia, sehingga kita bisa memahami ke depan itu teknologi apa yang kira-kira akan dipakai,” ujar Arif Satria, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Arif mendorong ekosistem industri pertambangan melakukan pemetaan atau proyeksi tren teknologi (forecasting) untuk membaca arah perkembangan industri hingga 2035-2040.
BRIN, kata Arif, terus mendorong peran strategis lembaga riset dalam membantu industri melakukan forecasting teknologi sebagai bagian dari upaya hilirisasi yang berkelanjutan.
Pendekatan ini ditargetkan mampu memetakan instrumen dan teknologi apa saja yang akan relevan di sektor pertambangan dan energi dalam beberapa dekade mendatang.
Melalui sinergi yang lebih erat antara lembaga riset dan pelaku usaha pertambangan, Arif berharap proses hilirisasi mineral di Indonesia berjalan lebih efektif, kompetitif di pasar global, dan tidak tertinggal dari inovasi negara maju.





