Penipuan Nama Whoosh Picu Risiko Pasar, KCIC Imbau Waspada

Jakarta, Maret.id — General Manager Corporate Secretary KCIC Eva menegaskan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak pernah mengarahkan pembayaran tiket ke rekening pribadi maupun rekening yang disampaikan melalui platform atau nomor WhatsApp yang tidak resmi.
Pernyataan itu disampaikan menyusul maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan layanan Kereta Cepat Whoosh melalui WhatsApp dan kanal tidak resmi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh,” ujar Eva, General Manager Corporate Secretary KCIC.
Ia mengungkap pelaku penipuan kerap memanfaatkan nama, logo, jadwal perjalanan serta materi visual Whoosh untuk meyakinkan calon korban bahwa layanan tersebut berasal dari pihak resmi.
“Salah satu modus yang ditemukan berawal dari iklan di media sosial yang mengatasnamakan Whoosh dan mengarahkan masyarakat untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu,” ujar Eva, General Manager Corporate Secretary KCIC.
Pelaku kemudian memberikan informasi jadwal yang menyerupai layanan resmi, meminta data pribadi, hingga mengarahkan pembayaran ke rekening perorangan, serta menawarkan promo atau fasilitas yang tidak sesuai dengan layanan resmi Whoosh.
“Tiket Whoosh hanya dapat dibeli melalui kanal penjualan resmi, yaitu aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun Whoosh, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com,” ujar Eva, General Manager Corporate Secretary KCIC.
Layanan Whoosh Contact Center di nomor 0811-8888-111 digunakan untuk kebutuhan informasi, kritik, saran, pengaduan, pemesanan rombongan, hingga voucher perjalanan.





