MRT Jakarta Modernisasi Pembayaran, Tekan Biaya Operasi

Jakarta, Maret.id — PT MRT Jakarta (Perseroda) menjalin kerja sama dengan Consortium of Hitachi Rail Hong Kong Limited dan PT Softorb Technology Indonesia (CHS) untuk memutakhirkan sistem pengumpulan tarif otomatis (automatic fare collection/AFC) di Fase 1 Lintas Utara-Selatan.
Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina, CEO Hitachi Rail Hong Kong Limited Nicolas Rabat, serta Direktur PT Softorb Technology Indonesia (CHS) Rendy Ardilles.
“Dengan bertambahnya angka keterangkutan MRT Jakarta serta persiapan operasional Fase 2A, kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan sistem pengumpulan tarif otomatis yang terintegrasi dan modern,” ujar Tuhiyat, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Rabu (29/7/2026).
Proyek pemutakhiran akan mencakup modernisasi sistem dan perangkat pengumpulan tarif otomatis pada seluruh 13 stasiun MRT Jakarta Fase 1.
Penyesuaian sistem dinilai perlu untuk memastikan kesinambungan dan keselarasan teknologi yang akan digunakan saat operasional Fase 2A Lintas Utara-Selatan.
“Seluruh proses pemutakhiran sistem pembayaran tiket di 13 stasiun MRT Jakarta Fase 1 ditargetkan rampung pada tahun 2028,” ujar Tuhiyat, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda).
Modernisasi ini juga dirancang untuk mendukung pengoperasian lintas baru sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sistem berbasis akun (account based ticketing) dalam ekosistem MRT Jakarta.
Melalui pengembangan tersebut, perusahaan berharap pengalaman pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman.
” Sekaligus mendukung operasional sistem pembayaran yang lebih andal dan terintegrasi,” ujar Tuhiyat, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda).





