Ekonomi

Jusuf Kalla: Pemerintah

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja dan Konsolidasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Hotel Claro Makassar, Senin, 3 Agustus 2026.

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa kemajuan sebuah negara bergantung pada tiga komponen utama yang saling mendukung. “Suatu negara yang ingin maju selalu mempunyai tiga hal pokok yang menjadi penunjang ekonomi bangsa. Pertama pemerintah, kedua pengusaha, dan ketiga masyarakat…” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

Ia menjelaskan peran pemerintah dalam menciptakan regulasi yang baik, membangun infrastruktur, dan menyediakan layanan publik yang efektif. Sementara itu, menurut JK, dunia usaha berkontribusi lewat penciptaan lapangan kerja, pembangunan industri, dan pembayaran pajak. “Yang membangun ekonomi adalah para pengusaha, karena pengusaha membuka lapangan pekerjaan, menciptakan industri, mempekerjakan banyak orang, dan membayar pajak…” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

JK menyoroti pentingnya keseimbangan antara peran pemerintah dan mekanisme pasar dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia. “Yang penting adalah keseimbangan antara pemerintah dan dunia usaha…” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

Ia menyatakan ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun internal. Dampak konflik internasional, seperti perang di Timur Tengah dan Ukraina, menurut JK, memicu kenaikan harga energi dan biaya produksi serta memperketat persaingan, termasuk dengan Tiongkok. “Pengaruh ekonomi dunia tidak bisa kita hindari. Harga minyak naik, ongkos naik, ekspor bisa turun…” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

JK juga menyoroti risiko kebijakan domestik seperti peningkatan utang dan defisit anggaran yang membutuhkan pengelolaan hati-hati. Perubahan iklim, terutama fenomena El Nino, turut menjadi ancaman karena berpotensi menurunkan produksi pertanian dan daya beli masyarakat. “Perubahan iklim akan menyebabkan hasil pertanian menurun. Akibatnya konsumsi masyarakat juga akan berubah…” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pada sektor yang memiliki potensi ekspor dan menyesuaikan kebijakan dengan karakter daerah masing-masing. JK mencontohkan daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki komoditas ekspor seperti kopi, kakao, dan hasil laut yang masih memiliki peluang pertumbuhan karena keuntungan dari penerimaan dolar. “Berikan insentif dan kemudahan kepada komunitas yang melakukan ekspor, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar…” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

JK mengingatkan agar belanja negara tetap efektif dan pengurangan anggaran tidak dilakukan berlebihan karena dapat melemahkan aktivitas ekonomi, termasuk pembayaran pegawai dan proyek sektor kontraktor. Dalam forum tersebut JK juga menyinggung peran APINDO dalam menjaga hubungan harmonis antara pengusaha dan pekerja demi stabilitas produksi.

Menurutnya, keseimbangan hubungan industrial penting untuk menjaga produktivitas ekonomi nasional. Kebijakan pengupahan, kata JK, harus mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar daya beli pekerja tidak menurun. “Kalau inflasi tidak dimasukkan dalam perhitungan gaji buruh, maka pendapatan riil buruh akan turun. Kalau pendapatan riil turun, produktivitas juga akan menurun…” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

JK berharap APINDO terus menjadi wadah yang memperkuat kerja sama antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi selalu bergerak dalam siklus sehingga yang paling dibutuhkan adalah ketahanan dan semangat untuk terus berusaha. “Tidak ada ekonomi yang turun terus menerus atau naik terus menerus. Selalu ada siklus. Karena itu yang dibutuhkan adalah daya tahan…” tutur Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button