Kolaborasi Dua Kementerian Memperkuat Jaringan Kreatif Global

Jakarta, Maret.id — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia. Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan serta memperluas jaringan kerja sama di tingkat global.
Menteri Ekraf dan Menlu Sepakati Sinergi Strategis
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, bersama Menlu, Sugiono, mencapai kesepakatan untuk meningkatkan soliditas sinergi antara kedua lembaga. Target dari kerja sama ini adalah untuk membangun diplomasi yang lebih kuat serta menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South dan pusat ekonomi kreatif dunia.
“Sebagai elemen kunci dalam Grand Strategy Diplomasi Soft Power Indonesia, ekonomi kreatif telah terbukti menjadi instrumen diplomasi yang efektif. Kemitraan erat dengan Kemlu adalah fondasi utama bagi Indonesia untuk terus memperkuat kepemimpinannya di kancah ekonomi kreatif global,” ungkap Riefky di Kantor Kemlu, Jakarta, pada hari Selasa.
Persiapan WCCE 2026
Pertemuan tersebut juga membahas persiapan penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) pada tahun 2026. Forum ini diharapkan dapat membuka peluang investasi serta akses pasar internasional yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif nasional.
“Kolaborasi ini sangat krusial. Jaringan kuat yang dimiliki Kemlu di tingkat global akan menjadi motor penggerak utama dalam menyukseskan agenda diplomasi kreatif kita dan memperluas dampak ekonomi nasional,” kata Riefky menambahkan.
WCCE 2026 akan dipromosikan melalui perwakilan Indonesia di luar negeri untuk menarik partisipasi dari lebih dari 80 negara. Mengusung tema ‘Inclusively Creative: Collective Continuity’, konferensi multilateral ini akan berfokus pada keberlanjutan kerja sama antarbangsa.
Elemen Penting WCCE 2026
WCCE 2026 akan menyajikan tujuh elemen acara utama, di antaranya adalah Friends of Creative Economy (FCE), Meeting, Ministerial Meeting, Plenary Session, Creative Session, Creativillage, serta Bilateral Meeting (B2B, G2G, G2B), dan Official Dinner.
Kinerja ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2024, kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional diperkirakan mencapai Rp 1.611,15 triliun, atau setara dengan 7,28 persen dari total PDB.
Memasuki tahun 2025, tren positif ini berlanjut dengan capaian nilai ekspor yang mencapai 31,94 miliar dolar Amerika Serikat. Selain itu, realisasi investasi sebesar Rp 183,01 triliun, serta penyerapan tenaga kerja yang melonjak hingga 27,4 juta orang.
Kerja sama antara kedua kementerian telah terjalin dengan kuat, dimulai dari pelaksanaan WCCE di Bali pada tahun 2018, 2022, serta di Dubai dan Tashkent. Selain itu, program peningkatan kapasitas untuk 79 negara anggota Organisasi Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS) juga dilaksanakan di Bali.
Implementasi kolaborasi aktif telah terbangun kokoh dengan tujuh negara mitra strategis, termasuk Australia, Belanda, Denmark, Filipina, Thailand, Prancis, dan Inggris. Kolaborasi ini diharapkan dapat lebih meningkatkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif global di masa depan.





