Ekonomi

KAI Group Mengelola 1.854 Ton Sampah di Stasiun Gambir

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan program pengelolaan sampah terintegrasi di Stasiun Gambir, menjadikan lokasi tersebut sebagai uji coba untuk membangun ekosistem transportasi yang bersih. Dalam program ini, KAI berkomitmen untuk mengolah 1.854 ton sampah per tahun, dengan fokus pada pemilahan dan pengumpulan sampah agar dapat dimanfaatkan kembali secara optimal.

Inisiatif Berkelanjutan untuk Lingkungan

Program pengelolaan sampah ini dirilis pada 21 Mei 2026, yang melibatkan anak usaha KAI, PT Reska Multi Usaha (KAI Services). Stasiun Gambir dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki tingkat mobilitas penumpang yang tinggi dan sebagai simpul transportasi penting di Jakarta. Studio terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah yang dihasilkan dari aktivitas harian di stasiun.

Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari peta jalan pengelolaan sampah korporasi yang direncanakan untuk periode 2026 hingga 2029. Setiap harinya, KAI mencatat timbulan sampah lebih dari 4,3 ton. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) modern pun dijadwalkan untuk memperkuat proses pemilahan sampah di sumbernya.

Pupuk dan Program Penghijauan

Pengolahan sampah organik menjadi prioritas dalam program ini, di mana hasilnya akan digunakan sebagai pupuk untuk mendukung program penghijauan di berbagai stasiun. Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah dijadwalkan mulai berjalan secara bertahap di semester kedua tahun 2026, dengan penerapan teknologi digital untuk memantau dan mencatat tonase sampah dengan akurat.

Melalui kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup, KAI Services bersinergi dengan berbagai mitra swasta seperti Enviro, Kepul.id, dan PT Anak Bangsa Juara untuk memperkuat ekonomi sirkular, serta menjaga kelestarian lingkungan di sekitar stasiun.

Membangun Budaya Peduli Lingkungan

Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services, Benny Rustanto, menekankan pentingnya membangun budaya baru yang peduli terhadap lingkungan. Dia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan demi masa depan transportasi perkeretaapian di Indonesia yang lebih hijau. Benny juga memastikan bahwa transformasi tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelanggan, pekerja, dan mitra KAI.

Dalam langkah ke depan, sistem pemilahan sampah dari program ini akan diperluas ke berbagai wilayah strategis di kota-kota besar di seluruh Indonesia. KAI Services berkomitmen untuk menjadi penyedia layanan perkeretaapian yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan hidup, demi menciptakan ekosistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button