Ekonomi

Kemenhub Periksa Kelaikan Bus AKAP Jelang Idul Adha, Tekan Risiko Gangguan Transportasi!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Perhubungan memperkuat pelaksanaan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan pada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk memastikan operasional armada, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat menjelang libur Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Peningkatan Pengawasan di Terminal Tipe A

Pemeriksaan dilakukan secara rutin di 115 Terminal Tipe A yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga standar keselamatan transportasi darat menjelang masa libur panjang.

Skala Pemeriksaan dan Temuan Awal

Hingga periode 1 Januari–15 Mei 2026, Kementerian Perhubungan telah melakukan lebih dari 1,4 juta pemeriksaan terhadap bus AKAP yang berangkat dari Terminal Tipe A. Melalui ramp check, petugas memeriksa kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta kesiapan pengemudi sebelum armada diizinkan beroperasi.

Koordinasi Antarlembaga dan Penempatan Personel

Kemenhub menyatakan terus melakukan berbagai upaya untuk menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas, termasuk koordinasi lintas kementerian/lembaga dan penyiapan personel di titik vital. Peningkatan pengawasan juga disertai dengan edukasi kepada masyarakat agar mematuhi aturan berlalu lintas selama masa liburan.

Kepala Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan pihaknya “selalu berusaha menjamin keselamatan masyarakat, salah satunya peningkatan pengawasan angkutan umum atau ramp check di terminal dan pool bus hingga sosialisasi keselamatan berkendara.” Pernyataan ini menegaskan fokus Kemenhub pada kombinasi pengawasan teknis dan kampanye keselamatan.

Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Adha, Kemenhub memperkirakan peningkatan mobilitas masyarakat di ruas jalan dan simpul transportasi dengan puncak arus pergi pada Selasa (26/5) dan puncak arus balik pada Senin (1/6). Prediksi arus ini menjadi dasar penempatan sumber daya dan penjadwalan patroli untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.

Selain inspeksi fisik, Kemenhub mengimbau operator angkutan umum dan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas. Imbauan tersebut mencakup rekomendasi teknis bagi operator serta himbauan perilaku aman bagi penumpang selama perjalanan.

Peran Teknologi dan Informasi Publik

Masyarakat dianjurkan memanfaatkan aplikasi Mitra Darat untuk memeriksa informasi dan kelaikan angkutan umum serta mengetahui apakah bus telah lulus ramp check melalui stiker yang terpasang pada kaca depan kendaraan. Keberadaan stiker menjadi indikator administrasi bahwa kendaraan telah memenuhi aspek kelaikan jalan sebelum dioperasikan ke rute antarkota.

Aan juga mengingatkan pengemudi untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan dengan beristirahat secara berkala setiap dua hingga empat jam sekali guna mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan berkendara. Saran praktis ini ditujukan untuk pengemudi angkutan umum maupun pengguna kendaraan pribadi demi meningkatkan keselamatan di jalan.

Kemenhub menegaskan bahwa pengguna kendaraan pribadi harus selalu disiplin seperti mematuhi aturan yang berlaku, menggunakan seatbelt, memakai helm berstandar nasional, serta mematuhi batas kecepatan dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi cuaca serta jalan. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas selama periode libur panjang.

Pemeriksaan berkala, edukasi publik, serta penerapan standar kelaikan teknis menjadi pilar utama kebijakan Kementerian Perhubungan dalam menjaga kelancaran mobilitas dan keselamatan transportasi darat pada masa puncak perjalanan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button