Ekonomi

Whoosh Alokasikan 3.000 Kursi Tambahan Redam Lonjakan Harga Tiket!

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengumumkan penambahan kapasitas dan frekuensi perjalanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) sebanyak 3.606 kursi per hari untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Waisak, dan Hari Kelahiran Pancasila. Penambahan ini berlaku selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026 dan menyasar peningkatan pilihan jadwal serta kapasitas layanan antarkota yang kini semakin diminati oleh pelaku ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Penambahan Frekuensi dan Rute Operasi

KCIC menambahkan enam perjalanan harian ekstra pada relasi Stasiun Halim–Stasiun Tegalluar Summarecon dan sebaliknya sehingga total perjalanan naik dari 62 perjalanan menjadi 68 perjalanan per hari. Kebijakan penambahan frekuensi ini merupakan respons operasional terhadap proyeksi peningkatan permintaan pada masa libur panjang yang berpotensi mendorong arus penumpang antarkota.

Perubahan Jadwal Operasional

Operasional Whoosh juga mengalami perpanjangan jam layanan dengan keberangkatan terakhir dari Stasiun Halim diundur menjadi pukul 22.25 WIB, menggantikan jadwal sebelumnya yang berakhir pada pukul 21.25 WIB. Penyesuaian jam operasional ini diharapkan memberi fleksibilitas lebih besar kepada pengguna jasa yang membutuhkan opsi keberangkatan pada malam hari.

Peningkatan Kapasitas Kursi

Dengan tambahan 3.606 kursi per hari, total kapasitas tempat duduk yang disediakan KCIC menjadi 40.868 kursi per hari selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Peningkatan kapasitas ini diimplementasikan untuk meredam potensi antrean dan memperkecil risiko kegagalan layanan di tengah lonjakan volume penumpang.

KCIC menegaskan bahwa penambahan perjalanan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mengakomodasi peningkatan permintaan perjalanan selama momen libur panjang, sehingga operasional dapat berjalan lebih efisien dengan tingkat layanan yang tetap terjaga. “Melalui penambahan perjalanan ini, KCIC ingin memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu keberangkatan, termasuk jadwal perjalanan hingga malam hari,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa.

Tren Permintaan dan Dampak terhadap Mobilitas

Data operasional Whoosh pada libur panjang pekan sebelumnya menunjukkan peningkatan nyata, dengan catatan total 95.001 penumpang selama periode 13–17 Mei 2026 dan puncak harian mencapai 21.601 penumpang pada 13 Mei 2026. Tren tersebut menggambarkan kecenderungan meningkatnya mobilitas antarkota pada musim liburan dan menunjukkan peran layanan kereta cepat dalam menopang rantai pergerakan masyarakat serta kegiatan ekonomi regional.

Penambahan frekuensi dan kapasitas tidak hanya berimplikasi pada aspek kenyamanan penumpang, tetapi juga pada aspek ekonomi operasional perusahaan dan rantai pasokan lokal yang memanfaatkan konektivitas tersebut. Memperkuat kapasitas angkutan massal seperti Whoosh dapat mereduksi tekanan pada moda transportasi lain serta mendukung distribusi kegiatan ekonomi antara Jakarta dan Bandung.

KCIC akan memantau secara berkala realisasi permintaan sepanjang periode penambahan layanan untuk menyesuaikan operasional jika diperlukan. Pemantauan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan kapasitas, frekuensi layanan, dan standar keselamatan operasional yang menjadi prioritas utama penyelenggara transportasi cepat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button