LRT Jakarta Tembus PIK 2 sampai Bandara Soetta, Tekan Biaya Logistik!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rencana pengembangan rute Light Rail Transit (LRT) hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas transportasi ibu kota. Pengumuman ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, dikutip Kamis (21/5/2026).
Perkembangan trase saat ini
Gubernur Pramono Anung menyatakan trase LRT yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI sejauh ini baru mencapai kawasan Ancol. Pernyataan resmi tersebut menegaskan bahwa rencana perpanjangan akan meliputi koridor Velodrome, Jakarta International Stadium (JIS), dan Ancol sebelum dilanjutkan ke PIK 2 dan Bandara Soekarno-Hatta.
Instruksi kepada Kepala Dinas Perhubungan
Pramono mengatakan dirinya telah meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang baru, Budi Awaluddin, untuk segera menyelesaikan perencanaan trase lanjutan tersebut. Permintaan ini menempatkan prioritas pada pematangan trase yang diperlukan untuk memperluas jangkauan layanan LRT menuju kawasan utara dan akses ke bandara.
Ekspansi lintas Manggarai-Dukuh Atas
Selain perpanjangan ke arah utara, Pemprov DKI memutuskan melanjutkan pembangunan LRT dari Manggarai hingga Dukuh Atas setelah proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai rampung. Keputusan tersebut dimaksudkan untuk menuntaskan sambungan dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas sehingga mengisi gap jaringan yang ada saat ini.
Integrasi sistem transportasi
Pramono menilai bahwa jika seluruh rencana konektivitas terealisasi, sistem transportasi Jakarta akan menjadi semakin terintegrasi termasuk dengan rencana pembangunan MRT lintas Balaraja-Cikarang. Integrasi antara loop utara-selatan, koridor tengah, serta hubungan ke bandara dipandang sebagai elemen krusial untuk meningkatkan aksesibilitas, efisiensi pergerakan masyarakat dan arus logistik di wilayah metropolitan.
Dampak ekonomi dan investasi
Pengembangan koridor LRT yang menghubungkan pusat kota, kawasan permukiman komersial seperti PIK 2, dan Bandara Soekarno-Hatta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi kawasan seiring meningkatnya aksesibilitas. Proyeksi dampak mencakup peningkatan investasi real estat, pengurangan biaya perjalanan untuk komuter, serta peluang pengembangan kawasan transit-oriented development di sepanjang trase yang direncanakan.
Tahapan perencanaan dan pelaksanaan
Pemprov DKI menempatkan penyelesaian trase sebagai langkah awal yang harus ditangani oleh dinas teknis terkait sebelum memasuki tahap desain rinci dan penganggaran. Gubernur Pramono menegaskan keputusan kebijakan ini sebagai strategi jangka menengah untuk memperbaiki jaringan transportasi publik di Jakarta, dan menyatakan komitmen agar seluruh rencana dapat diproses sesuai prioritas yang telah ditetapkan.
Pramono menandaskan bahwa sistem transportasi yang terintegrasi akan memperbaiki konektivitas dan kinerja mobilitas di kawasan metropolitan, serta menjadi basis pengambilan keputusan berikutnya dalam program transportasi ibu kota. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali keputusan Pemerintah Provinsi DKI untuk meneruskan pengembangan jaringan LRT seperti yang telah diuraikan.





