KAI Mengingatkan Masyarakat untuk Waspada di 40 Perlintasan Aktif Kereta Api

Jakarta, Maret.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di 40 perlintasan sebidang aktif yang tersebar di berbagai daerah. Peringatan ini disampaikan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pada akhir pekan.
Keselamatan Menjadi Prioritas
Imbauan KAI bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan melindungi seluruh pengguna jalan. Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, menegaskan bahwa kedisiplinan pengendara sangat penting untuk menjamin keselamatan di perlintasan kereta.
“Sering kali, waktu perjalanan terasa singkat dan terburu-buru. Namun, hanya dengan beberapa detik untuk berhenti dan memeriksa kondisi jalur dapat menyelamatkan banyak nyawa. Kami mengajak masyarakat untuk tetap disiplin dan hati-hati saat melintas di perlintasan sebidang,” ujar Anne pada hari Minggu, 24 Mei 2026.
Titik Perlintasan di Berbagai Wilayah
KAI merinci beberapa titik perlintasan aktif di berbagai wilayah. Di Banten, perlintasan aktif terletak antara Tigaraksa hingga Rangkasbitung, yang merupakan akses utama permukiman warga. Jawa Barat juga memiliki sejumlah perlintasan di Purwakarta serta kawasan pedesaan.
Di wilayah Cirebon, titik perlintasan aktif dapat ditemukan di daerah Jatibarang, Kertasemaya, dan Pegadenbaru. Beberapa perlintasan lainnya berada di Cipunegara, Arjawinangun, serta jalan raya kawasan Bangoduwa.
Sementara itu, di Jawa Tengah, perlintasan aktif dapat terlihat di lintas Slawi, Pemalang, Prembun, hingga Grobogan. Di Yogyakarta, daerah Srowot, Brambanan, Randublatung, Pantura, dan Masaran juga termasuk dalam titik perlintasan aktif.
Di Sumatra Selatan dan Lampung, terdapat perlintasan yang lebar pada jalur vital distribusi logistik antarkota. Misalnya, Jalan Sukamerindu hingga Tanjung Rambang memiliki lebar 13 meter yang belum sepenuhnya dijaga.
Solusi Jangka Panjang
Anne Purba menambahkan bahwa pertumbuhan kawasan permukiman di sekitar jalur kereta api meningkatkan intensitas kendaraan tiap harinya. Banyak titik perlintasan kini menjadi jalur lalu lintas utama di mana kendaraan beroperasi sepanjang hari.
“Sebagian titik perlintasan ini berada pada jalan yang sangat ramai. Beberapa dari mereka menjadi akses distribusi ekonomi antar daerah,” papar Anne.
Wisnu Pramudya, Eksekutif Wakil Presiden Sekretaris Perusahaan KAI, menyatakan bahwa pembangunan flyover dan underpass dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah mobilitas tinggi.
“Dengan mengurangi jumlah perpotongan sebidang secara bertahap, kami dapat meningkatkan keselamatan masyarakat serta perjalanan kereta api,” tutup Wisnu.
KAI berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keselamatan di perlintasan kereta api demi keamanan bersama.





