Ekonomi

Antam Logam Mulia Melesat, Tekan Portofolio Investor 21 Mei!

Jakarta, Maret.id — Harga emas Antam hari ini, Kamis (21/5/2026) pagi, terpantau naik dibandingkan posisi Rabu (20/5/2026) yang sebelumnya menunjukkan tekanan turun sejak pekan lalu; pergerakan ini sejalan dengan volatilitas yang tercatat sepanjang sebulan terakhir. Kondisi pasar domestik dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas dunia dan sentimen investor yang merespon data ekonomi serta dinamika pasar keuangan global.

Pergerakan Harga

Berdasarkan keterangan resmi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di laman Logam Mulia, harga jual emas Antam naik sebesar Rp35.000 ke angka Rp2.800.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.765.000 per gram. Pola kenaikan intraday tersebut mencerminkan koreksi teknikal setelah tekanan jual yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Kebijakan Buyback dan Pajak

Harga pembelian kembali (buyback) juga mengalami kenaikan senilai Rp35.000 sehingga berada di level Rp2.604.000 per gram. Antam menegaskan bahwa transaksi jual kembali ke perusahaan yang bernilai lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP sesuai ketentuan PMK No. 34/PMK.10/2017; besaran PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Rincian Harga Eceran

Berikut rincian harga eceran emas Antam per berat pada Kamis 21 Mei 2026 menurut daftar resmi perusahaan.

  • 0,5 gram: Rp1.450.500
  • 1 gram: Rp2.800.000
  • 2 gram: Rp5.540.000
  • 3 gram: Rp8.285.000
  • 5 gram: Rp13.775.000
  • 10 gram: Rp27.495.000
  • 25 gram: Rp68.612.000
  • 50 gram: Rp137.145.000
  • 100 gram: Rp274.212.000
  • 250 gram: Rp685.265.000
  • 500 gram: Rp1.370.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.740.600.000

Perubahan harga harian seperti yang tercatat pada 21 Mei 2026 menjadi indikator penting bagi pelaku pasar ritel dan investor individu dalam menilai momen masuk atau keluar posisi. Kenaikan kecil namun konsisten dapat berdampak pada sentimen permintaan terutama di segmen pembelian eceran dengan nominal di bawah ambang pengenaan PPh 22.

Dinamika harga emas domestik tetap terkait erat dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta ekspektasi suku bunga global yang memengaruhi biaya peluang berinvestasi di emas. Selain itu, likuiditas pasar dan volume transaksi fisik pada kantor penjualan Antam menjadi faktor penentu tingkat spread antara harga jual dan harga buyback.

Bagi investor yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen lindung nilai atau diversifikasi portofolio, pemahaman terhadap mekanisme pemajakan transaksi buyback dan struktur harga eceran menjadi unsur penting dalam perencanaan investasi. Informasi harga ini disarankan digunakan sebagai salah satu input dalam pengambilan keputusan investasi, dengan mempertimbangkan profil risiko dan horizon investasi masing-masing pihak.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button