Prabowo Lantik Kepala dan Wakil Kepala BGN untuk Perkuat Institusi!

Jakarta, Maret.id — Pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) berlangsung di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih. Acara tersebut juga menandai pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Pencopotan Pejabat Sebelumnya
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026, Nanik S Deyang secara resmi dilantik bersama dua wakil kepala, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Ketiganya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan presiden, diikuti dengan penandatanganan berita acara yang diwakili oleh Nanik.
Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana, Kepala BGN sebelumnya, yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola dan pengadaan barang dalam program MBG. Dua wakil kepala yang menjabat sebelumnya, yaitu Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga turut diberhentikan akibat keterlibatan dalam perkara yang sama.
Kepercayaan pada Pengalaman Nanik
Penunjukan Nanik S Deyang mengemuka sebagai langkah strategis. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN menjadi fondasi penting untuk memimpin lembaga tersebut. “Beliau sudah menjabat cukup lama dan memahami seluruh proses yang berjalan di BGN,” ucap Prasetyo dalam pernyataan resmi di Jakarta.
Nanik dinilai memiliki karakter kepemimpinan teguh dan disiplin yang diperlukan untuk mengelola organisasi. Prasetyo menambahkan, “Dalam evaluasi dan monitoring, beliau sangat tegas dalam menjalankan aturan-aturan yang ada, termasuk SOP.”
Fokus pada Kedisiplinan dan Kualitas
Prasetyo menekankan bahwa ketegasan Nanik menjadi modal utama untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. “Kedisiplinan dalam manajemen dan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat harus dijaga,” tegasnya.
Keberhasilan Nanik dalam menjalankan amanah ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Badan Gizi Nasional. Dengan karakter kepemimpinan dan pengalaman yang dimilikinya, Nanik diharapkan mampu memenuhi harapan politik dan masyarakat terkait pengelolaan gizi nasional.





