Manuver Tantri Bararoh: Respon Tegas Atasi Rupiah Melemah

Jakarta, Maret.id — Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai memiliki potensi signifikan dalam menekan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi bawah. Dr. Tantri Bararoh, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, mengungkapkan urgensi penguatan ekonomi kerakyatan serta ketahanan pangan sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ini.
Pentingnya Solidaritas Sosial dalam Menghadapi Krisis Ekonomi
Menurut Tantri, situasi ekonomi yang tidak menentu ini harus diantisipasi dengan memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Ia menekankan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat kecil, sebagai bagian dari aktualisasi nilai-nilai Pancasila. “Dalam kondisi ini, kita perlu memperkuat kemanusiaan dan ketahanan pangan sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan ekonomi saat ini tidak dapat dipisahkan dari implementasi Sila Kedua, yang menekankan pada kemanusiaan yang adil dan beradab, serta Sila Kelima yang berfokus pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kedua sila ini diharapkan menjadi landasan dalam menentukan kebijakan atau langkah sosial yang berpihak pada masyarakat yang paling rentan.
Peran Koperasi Desa dalam Pemberdayaan Ekonomi
Tantri menyoroti betapa pentingnya peran koperasi di tingkat desa sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Koperasi dianggap sebagai representasi nyata dari ekonomi Pancasila, yang mendorong kebersamaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. “Semangat gotong royong harus selalu diperkuat, serta kita perlu mempraktikkan perikemanusiaan dengan adil dan seadil-adilnya,” ungkapnya.
Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggelar berbagai kegiatan di mana mereka menguatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini menyasar baik kader partai maupun masyarakat luas. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membentengi masyarakat dari tantangan sosial dan ekonomi yang mungkin muncul.
Membangun Kesadaran Politik dan Ekonomi Berbasis Pancasila
Tantri juga berpendapat bahwa pemikiran Bung Karno terkait gotong royong dan keadilan sosial masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan kebangsaan saat ini. “Penerapan nilai dan semangat Pancasila harus terus diperkuat, baik melalui pendidikan politik maupun dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tegasnya.
Dalam konteks ini, penting bagi semua elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Tantri berharap agar strategi-strategi yang diusulkan dapat diterima dan dilaksanakan secara luas, sehingga masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi gejolak ekonomi yang ada.
Seiring dengan terus berkembangnya tantangan ekonomi dan sosial, upaya penguatan solidaritas sosial dan budaya gotong royong menjadi lebih vital. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah melalui penciptaan inisiatif lokal yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.





