CCTV Kawasan HI Tumbang Pas Demo Mahasiswa, Polisi Harus Bertanggung Jawab!

Jakarta, Maret.id — Isu mengenai gangguan akses visual di lokasi aksi massa semakin ramai diperbincangkan oleh publik, terutama warganet yang mengeluhkan ketidakmampuan mereka untuk memantau situasi lalu lintas dan jumlah partisipan demonstrasi melalui layanan streaming publik yang biasanya disediakan oleh kamera pengawas.
Kamera Pengawas Tidak Berfungsi
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, terdapat beberapa titik kamera pengawas di Jakarta yang mengalami gangguan. Lokasi-lokasi tersebut termasuk CCTV di Bundaran HI, baik di sisi barat depan Grand Hyatt maupun sisi timur depan Hotel Indonesia Kempinski, serta di poros Jalan MH Thamrin yang meliputi area depan Gedung UOB dan Menara Astra. Selain itu, juga dilaporkan adanya masalah pada CCTV yang terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran HI.
Polda Metro Jaya Tanggapi Tuduhan Jamming
Menanggapi isu ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dengan tegas membantah adanya dugaan penggunaan alat pengacak sinyal atau jamming oleh aparat untuk menutup akses visual dan komunikasi di daerah demonstrasi. “Jamming dinyatakan tidak ada. Karena memang kepadatan anggota dan seluruh masyarakat di lokasi aksi, rata-rata sinyal kita susah,” ujarnya saat memberikan keterangan di kawasan Bundaran HI pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam penjelasannya, Budi Hermanto, yang akrab disapa Buher, mengungkapkan bahwa kerusakan jaringan komunikasi dan kesulitan akses internet di lokasi demonstrasi terjadi murni akibat overload kapasitas jaringan seluler. Ini disebabkan oleh penumpukan ribuan orang di satu titik yang sama selama aksi berlangsung.
Investigasi Lanjutan oleh Polda
Tyetap memerhatikan keluhan masyarakat terkait tidak berfungsinya banyak titik kamera pengawas yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya segera melakukan langkah investigasi teknis. “Kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo Pemprov DKI Jakarta untuk membahas mengenai CCTV yang tidak berfungsi ini,” jelas Budi.
Ketika ditanya oleh wartawan mengenai kepastian apakah ada masalah teknis lainnya atau murni isu jaringan seluler yang menjadi penyebab utama, Budi menegaskan bahwa pihaknya belum dapat berspekulasi lebih jauh mengenai hal tersebut. “Nanti kami akan dalami,” tutupnya singkat, seiring dengan berlanjutnya situasi di lapangan.





