Politik

Bus Shalawat Terus Operasikan Antar Jemput Meski Jemaah Haji Menyusut!

Jakarta, Maret.id — Kepala Bidang Layanan Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan bahwa layanan transportasi, terutama bus shalawat untuk shalat lima waktu ke Masjidil Haram, tetap beroperasi dengan baik. Pernyataan ini disampaikan pada hari Selasa, 16 Juni 2026, sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.

Pengembalian Jemaah Haji Gelombang Pertama

Jemaah haji Indonesia gelombang pertama telah berhasil kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Sementara itu, proses pemindahan jemaah haji gelombang kedua ke Madinah telah dilakukan secara bertahap, dimulai sejak 7 Juni lalu. Syarif juga menyampaikan bahwa untuk kloter terakhir yang akan berangkat ke Madinah pada 21 Juni 2026, sebanyak 52 unit bus akan disediakan.

Operasional Halte dan Rute Transportasi

Syarif menjelaskan bahwa semua halte pemberhentian serta pemberangkatan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram akan tetap beroperasi normal. Meskipun begitu, ada kemungkinan terjadi pergeseran lokasi pemberangkatan, terutama untuk hotel-hotel yang masih banyak jemaahnya.

Saat ini, terdapat dua rute yang telah dihentikan operasionalnya secara total. Rute tersebut meliputi rute 14 yang menghubungkan Hotel Al-Hidayah Tower ke Terminal Jabal Ka’bah, serta rute 22 yang melayani transportasi dari hotel di wilayah Syishah ke Terminal Syib Amir.

Adaptasi Dan Penyesuaian

Meskipun ada penutupan beberapa rute, Syarif menekankan bahwa petugas akan dipindahkan ke halte lain untuk memastikan kelancaran layanan transportasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi jemaah haji yang masih berada di tanah suci.

Dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan, pihak penyelenggara berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan. “Kami akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan layanan demi kenyamanan jemaah,” tambah Syarif. Sebuah langkah yang diharapkan akan memberikan kepastian dan ketenangan bagi jemaah haji Indonesia dalam melaksanakan ibadah mereka.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button