Ada Indikasi Gerogoti Prabowo Lewat Pelaporan terhadap Tiyo Ardianto Menjelang Pemilu 2024

Jakarta, Maret.id — Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai bahwa pelaporan terbaru dapat menjadi bagian dari upaya delegitimasi terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Amir menyarankan publik untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam pelaporan ini serta implikasi politik yang mungkin mengganggu citra pemerintahan Prabowo.
“Yang terjadi hari ini bukan sekadar persoalan hukum antara pelapor dan terlapor. Ada dimensi politik yang perlu dibaca. Saya melihat ada indikasi operasi pembusukan terhadap Prabowo melalui pelaporan terhadap Tiyo Ardianto,” tutur Amir.
Pelaporan yang dilakukan oleh Gerakan Rakyat Dukung dan Bela Prabowo (Garda Prabowo) ke Bareskrim Polri, menurut Amir, menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Organisasi ini didampingi oleh Ferdinand Hutahaean, yang dikenal dengan gaya politiknya yang dinamis dalam berbagai isu nasional. “Karena itu, wajar jika muncul pertanyaan mengenai motif politik di balik pelaporan tersebut,” imbuh Amir.
Amir juga mencatat bahwa Partai Gerindra, di bawah kepemimpinan Prabowo, terlihat tidak responsif terhadap kritik dan tudingan dari Tiyo Ardianto.
“Selama ini Gerindra terlihat sangat santai. Tidak ada laporan resmi dari partai. Tidak ada reaksi berlebihan. Itu menunjukkan bahwa Gerindra memahami kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi,” tegas Amir.
Selain Garda Prabowo, Tiyo juga dilaporkan oleh Firdaus Oiwobo. Amir mengingatkan publik bahwa Firdaus adalah Ketua Umum organisasi Termul yang sering dikaitkan dengan pendukung Presiden Joko Widodo.
“Ketika muncul dua pelaporan dari kelompok yang berbeda, maka analis politik dan intelijen tentu akan melihat apakah ada pola tertentu yang sedang dibangun di ruang publik,” sambung Amir.





