Politik

Kwarcab Pramuka Surabaya Desak Pemkot Bangun Bumi Perkemahan, Dinilai Mendesak untuk Pendidikan Karakter Menurut DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

Jakarta, Maret.id — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya mendesak Pemerintah Kota Surabaya segera merealisasikan pembangunan Bumi Perkemahan. Fasilitas ini dianggap penting untuk menghidupkan pendidikan karakter berbasis alam bagi generasi muda.

Keberadaan Bumi Perkemahan dinilai mendesak, mengingat menurunnya minat pelajar terhadap kegiatan kepramukaan dan terbatasnya ruang terbuka di sekolah. Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam, menyatakan bahwa kegiatan Pramuka di sekolah saat ini lebih banyak dilakukan di dalam ruangan akibat kurangnya lahan terbuka hijau.

“Banyak anak-anak sekolah yang memakai seragam Pramuka hanya karena kewajiban, bukan karena bangga atau suka. Pramuka itu sejatinya cinta alam, sehingga kegiatannya harus lebih banyak dilakukan di luar ruangan,” tuturnya.

Siti juga mengungkapkan bahwa terbatasnya ruang terbuka di lingkungan sekolah menghambat pengembangan kegiatan kepramukaan. Banyak area yang sebelumnya dapat digunakan untuk kegiatan luar ruangan kini telah beralih fungsi menjadi lahan parkir dan fasilitas pendukung lainnya.

Dengan demikian, Kwarcab Surabaya memandang pembangunan Bumi Perkemahan sebagai solusi strategis. Selain sebagai pusat pendidikan karakter, fasilitas tersebut juga memungkinkan pembentukan kedisiplinan, kepemimpinan, dan ketahanan moral generasi muda.

Di samping manfaat pendidikan, keberadaan Bumi Perkemahan diyakini dapat membawa dampak positif secara ekonomi. Jika dikelola dengan baik dan dilengkapi dengan aktivitas outbound, kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata edukasi baru di Surabaya.

“Daerah lain di tingkat kabupaten maupun kota hampir semuanya sudah memiliki Bumi Perkemahan. Surabaya justru belum memiliki fasilitas tersebut,” imbuh Siti. Ia menekankan bahwa fasilitas ini dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan baik.

Siti yang juga merupakan anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti bahwa masih ada sejumlah aset lahan milik Pemkot yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap sebagian aset tersebut dapat diprioritaskan untuk pembangunan Bumi Perkemahan.

Pembangunan fasilitas ini, menurutnya, tidak memerlukan investasi yang besar jika dibandingkan dengan keuntungan jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan kepramukaan berbasis alam.

Desakan ini disampaikan seiring dengan prestasi membanggakan Gerakan Pramuka Surabaya yang baru saja mencatatkan tiga rekor di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Salah satu prestasi tersebut adalah pengukuhan 65.000 Pramuka Garuda, yang menjadi catatan sejarah bagi kepramukaan di Surabaya.

Kwarcab Surabaya berharap momentum ini dapat menjadi titik awal bagi komitmen bersama antara Gerakan Pramuka dan Pemkot Surabaya untuk menghadirkan fasilitas yang telah lama dinantikan. “Harapannya, legalitas atau peresmian lahan Bumi Perkemahan sudah bisa diumumkan sebagai kado pada Hari Ulang Tahun Pramuka ke-65 yang diperingati pada 14 Agustus mendatang,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button